Berita

Gedung WTO/Net

Bisnis

AS Setop Pendanaan untuk WTO di Tengah Perang Dagang

SABTU, 29 MARET 2025 | 13:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Amerika Serikat (AS) dikabarkan menangguhkan kontribusi finansialnya kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). 

Seperti dikutip dari Newsweek pada Sabtu 29 Maret 2025, keputusan ini diambil di tengah kebijakan perdagangan proteksionis yang sedang dijalankan Washington serta upaya pemangkasan anggaran besar-besaran oleh pemerintah AS.

Sejak 2019, AS disebut telah mengambil sejumlah langkah yang melemahkan WTO, termasuk memblokir pengangkatan hakim baru untuk badan banding organisasi tersebut. Akibatnya, mekanisme penyelesaian sengketa WTO menjadi lumpuh. 


Langkah ini berpotensi memicu sanksi jika AS tidak memenuhi kewajiban pembayarannya selama lebih dari satu tahun.

Washington menuduh badan banding itu bertindak di luar kewenangannya dalam sejumlah putusan perdagangan.

Pada 2024, WTO beroperasi dengan anggaran tahunan sebesar 205 juta Franc Swiss, di mana AS seharusnya menyumbang sekitar 11 persen dari total anggaran berdasarkan porsi perdagangan globalnya.

Di saat yang sama, AS terus memperketat kebijakan tarifnya. Awal pekan ini, Washington mengumumkan tarif 25 persen atas impor mobil, yang mulai berlaku pada 2 April bersamaan dengan kebijakan tarif resiprokal lainnya. Sejak awal 2025, AS juga telah memberlakukan serangkaian tarif tambahan terhadap berbagai produk dari China, Meksiko, dan Kanada.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya