Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Permintaan Aset Safe Haven Menguat, Harga Emas dan Perak Berkilau

RABU, 26 MARET 2025 | 10:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas spot ditutup menguat karena permintaan aset safe haven kembali meningkat di tengah ketidakpastian global.

Emas spot naik 0,3 persen menjadi 3.021,88 Dolar AS per ons pada penutupan perdagangan Selasa 25 Maret 2025. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup 0,3 persen lebih tinggi menjadi 3.025,90. 

Logam kuning ini melambung lebih dari 15 persen sepanjang tahun ini dan mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di 3.057,21 Dolar AS pekan lalu. 


Analis mengatakan, investor masih terus berhati-hati terutama dengan kebijakan AS mengenai tarif.

"Sehingga mereka membeli emas sebagai aset alternatif karena mereka takut pemerintah AS dapat membawa dunia ke dalam resesi global," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group, dikutip dari Reuters.

Kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump secara luas diperkirakan membebani pertumbuhan ekonomi, memicu ketegangan perdagangan lebih lanjut, dan mendorong inflasi.

Namun, Trump telah mengatakan tidak semua pungutan yang diancamnya akan diberlakukan pada 2 April dan beberapa negara mungkin mendapat keringanan. 

Selain kekhawatiran akan situasi global, investor juga tengah menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika, yang akan dirilis Jumat. 

Harga logam lainnya juga menguat, perak spot melambung 1,9 persen menjadi 33,61 Dolar AS per ons. Platinum menguat 0,5 persen menjadi 978,15 Dolar AS. Paladium juga menguat 0,4 persen menjadi 955,0 Dolar AS.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya