Berita

Spanduk penolakan pembangunan pabrik semen di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri/Ist

Nusantara

Seberapa Bahaya Pembangunan Pabrik Semen Wonogiri?

SELASA, 25 MARET 2025 | 04:06 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Rencana pendirian pabrik semen Wonogiri mendapatkan sorotan publik. Pasalnya, industri berskala besar ini dinilai akan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. 

Kecamatan Pracimantoro sebagai lokasi pembangunan pabrik, bukan pilihan pertama. Sebelumnya, rencana serupa pernah diwacanakan untuk ditempatkan di Kecamatan Giriwoyo, tetapi mendapatkan penolakan warga. 

Bahkan akun IG violinastwt menyebut aneh ketika kemudian rencana pembangunannya pindah ke Kecamatan Pracimantoro yang jelas-jelas merupakan kawasan Geopark Gunungsewu. 


Perlu diketahui Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu mendapatkan green card dari UNESCO Global Geopark pada 2023. 

Sehingga dikhawatirkan akan ada pencabutan status karena keberadaan industri pertambangan untuk mendukung produksi pabrik semen yang mengganggu kawasan KBAK ini.

Ramadan Deffa Mararizqi, seorang tourism Enthusiast dalam IG nya deffa_mrzq membagikan perjalanannya mengeksplorasi lokasi rencana pembangunan pabrik semen yang berada di desa Watangrejo, kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pada Minggu, 23 Maret 2025.

Deffa menjelaskan bahwa sebagian besar lahan yang berada di titik lokasi rencana pabrik merupakan lahan produktif masyarakat, berupa sawah, kebun dan hutan produktif.

Menurut dia, keberadaan pabrik yang berada di tengah kawasan KBAK dikhawatirkan akan mengganggu keberlanjutan sirkulasi air di daerah tersebut. 

Karena di dekat pabrik ada sumber mata air utama yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

“Di bawah tanahnya atau di dasar bukit ada aliran sungai dan luweng atau lubang resapan air di daerah karst,” terangnya dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Selasa, 25 Maret 2025.

Deffa juga memaparkan luasnya lahan persawahan dan adanya bukit-bukit kecil yang disebut konikel di wilayah tersebut. 

“Konikel inilah yang akan ditambang sebagai bahan produksi semen," imbuhnya. 

Sehingga bisa dibayangkan kerusakan alam yang awalnya kawasan hijau akan berubah menjadi gersang dan berpolusi udara sebagai akibat eksplorasi pertambangan untuk mendukung pabrik semen.

Dampak lingkungan karena terganggunya ekosistem, seperti rusaknya habitat tanah dan lahan untuk bercocok tanam inilah yang seharusnya menjadi pertimbangan ulang atas pendirian pabrik semen ini.  

Meski dari izin amdal menyebut adanya greenbelt yang menjadi batasan eksplorasi penambangan, akan tetapi pengembangan industri dengan jangka waktu konsesi yang panjang dikhawatirkan akan meluas ke daerah lain dan menyentuh KBAK. 

Tentu saja dapat mengancam keberadaan situs UNESCO Global geopark Gunungsewu.

Untuk itu, Deffa yang penggiat tourism menyarankan solusi tepat bagi pemerintah, khususnya masyarakat sekitar yakni mengembangkan kawasan geopark menjadi geotourism yang mengacu pada sustainable tourism atau keberlanjutan pariwisata. 

“Dengan pariwisata hijau yang akan membuka lapangan kerja baru dengan menjaga tetap asri lingkungan dan Kawasan KBAK,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya