Berita

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati/RMOL

Bisnis

Moody’s Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia, Sri Mulyani Optimis Ekonomi RI Tetap Kuat

SABTU, 22 MARET 2025 | 13:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lembaga pemeringkat global Moody’s Investor Service mempertahankan peringkat kredit Indonesia atau sovereign credit rating (SCR) pada level Baa2 dengan outlook stabil. 

Menurut laporan di situs resmi Bank Indonesia (BI) pada Sabtu 22 Maret 2025, Moody’s menilai bahwa kebijakan pemerintah dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan komoditas turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta pendapatan nasional yang lebih berkelanjutan.

Peringkat ini mencerminkan ketahanan ekonomi nasional yang tetap solid di tengah dinamika global, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal yang terjaga.


Merespon hasil peringkat tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memamerkan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat.

“Indonesia bagus, nanti indikatornya kita sampaikan. PMI kita bagus, neraca perdagangan kita juga bagus,” ujar Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 21 Maret 2025.

Sebagai informasi, peringkat Baa2 yang diberikan oleh Moody’s mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki risiko kredit moderat, di mana kondisi ekonomi tetap stabil, meskipun ada beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Ke depan, Moody’s menilai bahwa penguatan aspek pendapatan negara, fleksibilitas fiskal, serta pendalaman pasar keuangan menjadi faktor yang dapat mendorong peluang peningkatan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya