Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI/RMOL

Politik

Libur Lebaran Cukup Panjang, Menag: Biar Tidak Terjadi Penumpukan Pemudik

RABU, 12 MARET 2025 | 23:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah telah menetapkan libur yang cukup panjang pada Lebaran 2025, yakni sekitar 20 hari. Libur anak sekolah, ditetapkan akan berlangsung sejak 21 Maret 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menuturkan, libur panjang diberikan pemerintah lantaran pada Maret ini banyak tanggal merah. 

“Pertama, libur panjang itu kan dari tanggal 21. Kita lihat terutama dari Kementerian Agama, hari Jumat, Sabtu itu kan libur. Daripada (mulai libur) 24 (Maret 2025), nah terus teman-teman dari Dikdasmen juga, kalau begitu sekalian aja di 21 (Maret),” kata Menag di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Maret 2025.


Imam besar Masjid Istiqlal ini menambahkan, tujuan libur yang terlalu panjang itu, bertepatan dengan sejumlah acara keagamaan agama lain pada bulan suci Ramadan ini. 

“Tujuan yang pertama ya, kan ini ada tanggal 29 itu Hari Nyepi, Hindu kan. Nah sementara kita, kalau enggak ada masalah nanti, tanggal 31 diperkirakan nanti akan Lebaran Idulfitri,” jelasnya.

Selain itu, libur panjang ini diberikan untuk mengurai kepadatan arus mudik di pengujung Ramadan. 

“Jadi penumpukan itu sekitar 52 persen penduduk Indonesia itu akan bergerak mudik. Jumlah penduduk Indonesia itu 52 persen, menurut data dari Kementerian Perhubungan, itu akan mudik,” katanya.

“Nah bayangkan kalau tumpah ruah pulang ke daerahnya masing-masing dalam jumlah besar seperti itu, itu pasti akan banyak masalah kan. Nah kalau diperpanjang musim liburnya, menjadi 21 (Maret) sampai tanggal 8 (April), itu berarti sekitar 20 harian, termasuk dengan libur bersama itu,” demikian Nasaruddin Umar.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya