Berita

Hyundai ix35/Net

Otomotif

Hyundai Tarik Ribuan Unit Tucson

SELASA, 11 MARET 2025 | 04:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penarikan kembali atau recall dilakukan Hyundai terhadap ribuan SUV seri ix35 atau Tucson. Hal ini dilakukan karena mobil tersebut dilaporkan berpotensi terbakar.

Recall Hyundai ix35 atau Tucson itu diumumkan di Australia. 

Dikutip Drive, Senin 10 Maret 2025, potensi cacat produksi pada hampir 9.000 unit mobil Hyundai ix35 atau Tucson itu dapat menyebabkan minyak rem bocor ke komponen elektronik. Kebocoran inilah yang diduga dapat memicu kendaraan terbakar.


Karena itulah, Hyundai melakukan recall terhadap 8.794 unit SUV Hyundai ix35 atau Tucson produksi 2012-2013. 

Dalam pemberitahuan penarikan kembali disebutkan minyak rem dapat bocor ke modul kontrol anti-lock braking system (ABS) yang dapat menyebabkan korsleting listrik. Korsleting listrik tersebut berpotensi mengakibatkan kebakaran kompartemen mesin.

"Karena cacat produksi, minyak rem dapat bocor ke modul kontrol ABS. Hal ini dapat menyebabkan korsleting listrik yang mengakibatkan kebakaran pada kompartemen mesin kendaraan saat diparkir atau dikendarai," demikian pemberitahuan recall resmi Hyundai Australia.

Hyundai pun menyarankan para pemilik agar tidak memarkir kendaraan yang terdampak di garasi atau tempat tertutup. Pun dijauhkan dari bahan dan struktur yang mudah terbakar untuk meminimalkan kerusakan kalau terjadi kebakaran.

Pemilik dapat menghubungi dealer Hyundai terdekat untuk mengatur pemeriksaan dan perbaikan jika diperlukan. Program recall ini tidak dipungut biaya.

Di Australia, SUV ini dijual dengan nama Hyundai ix35. Sementara itu di Indonesia, mobil ini eksis dengan nama Hyundai Tucson. Sejauh ini, Hyundai Motor Indonesia (HMID) belum mengumumkan apakah Hyundai Tucson di Indonesia terdampak recall atau tidak.

Hyundai Tucson yang terdampak recall ini merupakan model generasi kedua. Mobil ini menggunakan mesin bensin Theta II 2.0L DOHC Dual CVVT dan mesin diesel 2.0L CRDi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya