Berita

Kebersamaan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo/Ist

Politik

Alasan Megawati Tidak Tampil Bareng Prabowo-SBY-Jokowi

RABU, 05 MARET 2025 | 16:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri selalu absen dalam berbagai kesempatan di mana Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo kerap tampil bersama Presiden Prabowo Subianto.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyebut, setidaknya ada tiga alasan ketidakhadiran Megawati di tengah para pemimpin tersebut. Pertama, Megawati bisa jadi tidak mengetahui informasi pertemuan para pemimpin ini.

“Jadi emang nggak ada yang kasih tahu Bu Mega atau mungkin dia sedang tidak mendapatkan informasi tentang pertemuan-pertemuan para presiden ini,” ujar Hendri Satrio, Rabu 5 Maret 2025.


Namun, sosok yang akrab disapa Hensat itu juga menilai, bisa jadi memang Megawati tidak ingin hadir di antara ketiga pemimpin tersebut. Penyebabnya, Mega menilai Jokowi dan SBY telah mengkhianatinya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menambahkan, alasan ketiga bisa jadi Megawati merasa belum waktunya ia bergabung. Sehingga ia tidak hadir disaat para pemimpin tersebut berkumpul.

"Mudah-mudahan Bu Mega merasa memang dia belum perlu bergabung saat ini karena mungkin untuk membereskan beberapa hal di partainya, dan mungkin juga bagus untuk Indonesia karena dia menjadi kekuatan di luar pemerintahan yang bisa menjadi penyimbang nantinya,” jelasnya.

Meski begitu, Hensat menyebut kehadiran putri Megawati, Puan Maharani dalam beberapa pertemuan terakhir bisa dianggap sebagai perwakilan dirinya.

“Ya minimal Mbak Puan hadir terus saya lihat. Itu perwakilan ya dari Ibu Mega,” tutupnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya