Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Bursa Asia Dibuka Melemah, Saham-saham Teknologi China Babak Belur

SELASA, 04 MARET 2025 | 09:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar Asia dibuka jatuh pada perdagangan Senin pagi Maret 2025. 

Dikutip dari CNBC, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah sebesar 1,1 persen. Indeks berlanjut turun lagi 0,78 persen atau 64,2 poin ke 8.181,5.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,1 persen. Kemudian berlanjut naik 0,46 persen menjadi 2.544,47. Namun, Kosdaq jatuh 1,1 persen. 


Penjualan ritel Korea Selatan pada Januari  turun 0,6 persen dari bulan sebelumnya, jauh dari estimasi kenaikan 0,2 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang juga dibuka turun 1,03 persen. Topix juga turun 0,61 persen.

Tingkat ketenagakerjaan Jepang mencapai 2,5 persen pada Januari, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 2,4 pesen.

Indeks Hang Seng dibuka melemah, turun 328 poin atau 1,42 persen menjadi 22.678 poin, dipengaruhi oleh tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat (AS). Indeks Perusahaan Nasional turun 157 poin, atau 1,86 persen, menjadi 8.262 poin. 

Saham teknologi terutama melemah, dengan Tencent turun 0,8 persen, Alibaba turun 2,9 persen, Meituan turun 2,2 persen, Xiaomi Group turun 3,7 persen, JD.com turun 1,7 persen. 

Investor akan mencermati pergerakan di bursa saham China, menyambut rapat tahunan parlemen hari ini. 

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan akan kembali menghadapi tekanan penurunan, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan meloncat 3,97 persen ke level 6.519. 

Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF   ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melesat 4,35 persen ke level 16,66 Dolar AS.

Jatuhnya saham-saham di Asia melanjutkan kejatuhan bursa saham AS.  Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya tarif 25 persen untuk Kanada dan Meksiko.

Kebalikan, bursa saham utama Eropa ditutup melompat ke rekor tertinggi. Saham pertahanan melonjak setelah ekspektasi meningkatnya belanja militer di kawasan tersebut. 

Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup jatuh. Rilis PMI manufaktur ISM AS periode Februari, mencapai 50,3, di bawah ekspektasi dan turun dari 50,9 di Januari. 

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) turun 0,48 persen ke 106,78.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya