Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Trump Panaskan Perang Dagang, Ancam Tarif 25 Persen untuk Uni Eropa

KAMIS, 27 FEBRUARI 2025 | 14:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergesekan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa diperkirakan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif 25 persen pada semua impor dari blok tersebut.

Berbicara selama pertemuan pertama kabinet di Gedung Putih pada Rabu, 26 Februari 2025, Trump mengklaim bahwa UE dirancang untuk melemahkan Amerika.

"Lihat, mari kita jujur, Uni Eropa dibentuk untuk memperdaya Amerika Serikat, itulah tujuannya," ujarnya, seperti dikutip dari RT, Kamis 27 Februari 2025.


"Dan mereka telah melakukannya dengan baik. Namun sekarang saya presiden," lanjut Trump.

Ia menegaskan kembali bahwa pemerintahannya berencana untuk mengenakan tarif pada impor Uni Eropa secepatnya.

"Secara umum, tarifnya akan menjadi 25 persen, dan itu akan berlaku untuk mobil dan semua hal lainnya," kata Trump. 

Perselisihan perdagangan antara AS dan Uni Eropa telah meningkat sejak Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan berbagai bea masuk dalam upaya mengatasi apa yang ia gambarkan sebagai ketidakseimbangan perdagangan.

Di masa jabatan pertama Trump, AS dan blok tersebut juga pernah terlibat dalam sengketa, ketika Amerika memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk impor baja Eropa dan 10 persen untuk aluminium, yang ditanggapi Uni Eropa dengan tindakan balasan. 

Saat itu Trump juga mengancam akan mengenakan tarif pada mobil Eropa, meskipun hal itu tidak pernah terjadi. Secara total, kedua belah pihak saling mengenakan bea atas barang senilai lebih dari 10 miliar Dolar AS.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya