Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo/RMOL

Publika

Antara Harapan dan Kekecewaan Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh: Laksma TNI (Purn) Jaya Darmawan, M.Tr.Opsla*
MINGGU, 23 FEBRUARI 2025 | 07:57 WIB

TERIAKAN lantang Prabowo Subianto, “Hidup Jokowi..!” menjadi gelombang kejut bagi sebagian besar pendukungnya yang selama ini meyakini bahwa era pemerintahan Jokowi akan diakhiri dengan pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan kontroversialnya. Banyak yang berharap, ketika Prabowo mengambil alih kepemimpinan, lembaran baru akan dibuka—sebuah Indonesia yang lebih berdaulat tanpa bayang-bayang masa lalu yang dianggap telah merusak ekosistem politik, ekonomi, dan hukum, serta moral dan etika.

Namun, kenyataan berbicara lain. Pernyataan Prabowo yang mengakui bahwa keberhasilannya mencapai kursi RI-1 adalah berkat Partai Politik dan Jokowi memperlihatkan bahwa politik adalah seni kompromi, bukan semata-mata perang ideologi atau idealisme. Sontak, harapan besar para pendukungnya berbalik menjadi kegamangan: apakah Prabowo benar-benar akan membawa perubahan, atau hanya menjadi kelanjutan dari warisan politik Jokowi?

Dari Euforia ke Kekecewaan


Ketika jutaan rakyat masih menyuarakan tuntutan agar Jokowi diadili atas dugaan penyalahgunaan kekuasaan selama satu dekade terakhir, Prabowo justru mengangkatnya sebagai figur yang harus dihormati. Fenomena ini menciptakan dua gelombang besar dalam politik Indonesia.

Pertama, kelompok yang kecewa dan merasa dikhianati. Mereka yang sejak awal melihat Prabowo sebagai tokoh antitesis Jokowi kini harus menerima kenyataan bahwa harapan mereka bisa jadi tidak akan terwujud.

Kedua, kelompok yang tetap mendukung dan menilai ini sebagai strategi politik. Mereka beranggapan bahwa menjaga stabilitas politik lebih penting daripada menuruti tuntutan emosional massa yang ingin segera melihat Jokowi diadili.

Kedua kelompok ini berpotensi menciptakan ketegangan berkepanjangan di era pemerintahan Prabowo. Unjuk rasa yang kini mulai marak di berbagai daerah bisa menjadi indikasi bahwa badai politik masih jauh dari reda.

Dampak bagi Indonesia Emas 2045

Dalam visi besar Indonesia Emas 2045, terdapat berbagai target ambisius, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang pesat, kemandirian energi, hingga supremasi hukum yang kuat. Namun, jika pemerintahan Prabowo tidak mampu mengelola ekspektasi publik dengan baik, maka yang terjadi bukanlah lompatan besar menuju kejayaan, melainkan keterpurukan akibat polarisasi politik yang tak kunjung usai.

Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi. Di antaranya yakni Prabowo melanjutkan kebijakan Jokowi secara utuh. Ini akan membuatnya mendapat dukungan dari elite politik dan partai-partai besar, tetapi di sisi lain akan memperdalam kekecewaan rakyat yang ingin perubahan nyata.

Kemungkinan berikutnya, Prabowo melakukan reformasi bertahap, tetapi tidak langsung mengadili Jokowi. Ini bisa menjadi jalan tengah yang realistis, di mana Prabowo tetap menjaga stabilitas politik sambil melakukan perbaikan kebijakan tanpa langsung mengorbankan Jokowi.

Kemungkinan paling ekstrem, Prabowo mendengarkan tuntutan publik dan membuka kasus Jokowi. Ini akan menjadi langkah drastis yang bisa memicu konflik politik besar, baik dari kubu pro maupun kontra. Stabilitas pemerintahan bisa terguncang, tetapi di sisi lain ini akan membuktikan keberanian Prabowo dalam menegakkan supremasi hukum.

Jika Prabowo ingin mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemimpin yang benar-benar membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, ia harus memastikan bahwa penegakan hukum tidak tebang pilih. Jika ada dugaan penyalahgunaan kekuasaan di era Jokowi, harus ada investigasi yang transparan, bukan sekadar kompromi politik.

Selanjutnya, menyusun roadmap kebijakan yang pro-rakyat. Fokus utama harus kembali ke persoalan ekonomi, ketahanan pangan, dan kemandirian energi yang selama ini menjadi titik lemah bangsa. Kemudian mengurangi dominasi oligarki. Jika pemerintahan Prabowo tetap dikendalikan oleh kelompok elite yang sama seperti era Jokowi, maka tidak akan ada perubahan signifikan yang bisa dirasakan rakyat.

Badai Politik yang Harus Ditaklukkan

Prabowo kini berada di persimpangan jalan. Jika ia hanya menjadi kelanjutan dari Jokowi, maka peluang Indonesia untuk bangkit bisa semakin sulit. Namun, jika ia mampu membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin yang benar-benar berdiri untuk rakyat, maka sejarah akan mencatatnya sebagai tokoh yang membawa Indonesia keluar dari badai politik dan menuju kejayaan.

Saat ini, semua mata tertuju pada langkah-langkah awal yang akan diambilnya. Apakah Prabowo akan memilih stabilitas politik dengan kompromi, ataukah ia berani menghadapi tantangan besar untuk benar-benar membawa perubahan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

*Penulis adalah Purnawirawan TNI AL, pemerhati masalah kebangsaan

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya