Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Kerja Sama Indonesia-Turki

Pembangunan Pabrik Drone Hidupkan Riset Dalam Negeri

SENIN, 17 FEBRUARI 2025 | 23:07 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peneliti Senior Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Budi Heri menyambut baik penandatangan kerja sama pembangunan pabrik drone oleh perusahaan swasta Turki, Baykar Haluk dengan perusahaan asal Indonesia Republikorp. 

Menurutnya kerja sama tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah Indonesia dalam melanjutkan kembali program pengembangan pembuatan drone yang sudah lama dirintis. 

Budi menyebut teknologi drone memiliki peran strategis di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pertanian, hingga mitigasi bencana. Indonesia pernah menjadikan pengembangan drone sebagai prioritas nasional tetapi kini menghadapi tantangan besar.


Budi berharap kerja sama yang dilakukan pihak swasta tersebut dapat menghidupkan kembali program strategis tersebut. 

Lanjut dia, Pemerintah perlu meneruskan hasil penelitian pembuatan drone dalam negeri ini hingga menjadi kenyataan. 

“Sebelum merger ke BRIN, riset dan pengembangan drone melibatkan berbagai instansi, seperti BPPT, LAPAN, dan PTDI. Setiap lembaga memiliki spesialisasi. BPPT menyiapkan desain dan engineering serta pengujian teknologi, LAPAN dalam riset aeronautika sedangkan PTDI dalam manufaktur,” ucap Budi dalam keterangannya, Senin, 17 Februari 2025.

Setelah integrasi ke BRIN, riset terpusat, malah terkendala birokrasi dan reorganisasi serta tidak ada alokasi anggaran riset pada sektor hankam. 

“BRIN telah mencabut program drone dari daftar flagship riset nasional, dampak penurunan dana riset terhadap pengembangan teknologi. Hal ini sangat disayangkan,” ujar Budi Heru.

Heru menilai pembatalan program pembuatan drone dalam negeri dari daftar flagship riset nasional sangat disayangkan. Sebab keberadaan drone sangat diperlukan dalam berbagai bidang tugas strategis nasional. 

Geografi Indonesia sebagai negara kepulauan sangat membutuhkan drone sebagai alat alternatif dalam mengawasi kedaulatan dan pertahanan negara. Keberadaan drone ini justru akan menunjang program efisiensi yang saat ini ingin dilakukan oleh Pemerintah.

“Investasi riset dan teknologi berbanding lurus dengan daya saing ekonomi dan industri. Negara dengan belanja R&D tinggi, seperti AS, China, dan Korea Selatan, terbukti memiliki industri berbasis teknologi yang maju. Pengembangan teknologi sangat penting untuk ketahanan nasional dan kemandirian industri,” bebernya.

Budi menambahkan sektor swasta di Indonesia belum bisa diharapkan menjadi penggerak utama riset dan teknologi pertahanan. 

Hal tersebut karena keterbatasan infrastruktur, sehingga negara masih perlu hadir untuk mengisi celah ini. Jika pemerintah tidak serius, Indonesia akan terus bergantung pada teknologi impor dan menghadapi brain drain.

“Secara umum Pemerintah perlu melakukan reformasi tata kelola riset agar lebih efisien dan adaptif terhadap kemandirian negara dan kebutuhan industri,” jelasnya.

“Dana riset harus stabil dan meningkat, bukan malah dipangkas. Insentif dan ekosistem riset harus diperkuat agar para peneliti tetap produktif dan inovatif. Dengan demikian cita-cita menjadikan Indonesia negara mandiri akan terwujud,” tegas Budi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya