Berita

Andy William Sinaga/Ist

Politik

Jamsos Institute: Efisiensi Anggaran Menimbulkan Masalah Baru

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 20:14 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Instruksi Presiden No.1 Tahun 2025 Tentang Efesiensi Anggaran Negara akan menimbulkan masalah baru dalam tatanan ekosistem ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Jaminan Sosial (Jamsos) Institute, Andy William Sinaga.

Dijelaskannya, Jamsos Institute memprediksi bahwa akan terjadi degradasi ekosistem ekonomi seperti purchasing power atau data beli masyarakat yang akan semakin turun karena pendapatan masyarakat yang turun karena kehilangan pekerjaan (PHK) terutama sektor - sektor jasa perhotelan yang okupansinya menurun karena mitigasi program lembaga pemerintah baik pusat dan Daerah melakukan kegiatan di hotel.


“Hal ini akan membuat jaringan antara perusahaan dan pemasok atau supply chain dalam bisnis jasa perhotelan akan terkena dampak. Mau tidak mau mereka akan melakukan pengurangan pekerja atau PHK,” katanya, Jumat, 14 Februari 2025.

Ia menambahkan, Jamsos Institute juga memprediksi ribuan pekerja honorer baik di lembaga pemerintah pusat dan daerah akan kehilangan pekerjaan dikarenakan kontrak kerja yang tidak diperpanjang dikarenakan efisiensi anggaran pemerintah. 

“Mayoritas pekerja honorer Pemerintah yang kehilangan pekerjaan tersebut sudah berkeluarga,sehingga akan berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga para pekerja honorer tersebut,” ujarnya.

Jamsos Institute mengingatkan bahwa efisiensi anggaran akan mendegradasi program kerja kementerian. Hal tersebut sangat berbahaya ketika program kementerian tersebut berdampak langsung kepada kelompok masyarakat diakar rumput, seperti perbaikan sarana infrastruktur, transportasi jalan raya,jembatan ,degradasi produksi pertanian dan pangan ,sektor usaha kecil menengah,koperasi,karena program penyuluhan dan pemberian bantuan yang mengalami penurunan.

“Oleh karena itu Jamsos Institute mengharapkan agar Pemerintah dapat segera mengantisipasi dampak dari efisiensi anggaran tersebut terutama pengurangan secara massive para pekerja honorer yang ada di lembaga pemerintah pusat, daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Layanan Umum (BLU)  yang diprediksi akan semakin massive jumlahnya,pungkasnya.

Exit strategi sementara yang harus segera dilakukan oleh pemerintah menurut Andy adalah mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk pro aktif menyediakan layanan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan sebagai dampak efesiensi anggaran pemerintahan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya