Berita

Mukesh Ambani/Reuters via CNBC

Bisnis

Mukesh Ambani jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.472 Triliun

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 16:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mukesh Ambani, salah satu konglomerat terbesar di India, berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar 20 keluarga terkaya di Asia versi Bloomberg yang dirilis Kamis, 13 Februari 2025.

Laporan menunjukkan keluarga ini memiliki total kekayaan bersih sekitar 90,5 miliar Dolar AS atau setara dengan Rp1.472 triliun.

Ambani menjadi pimpinan Reliance Industries pada tahun 2002 setelah ayahnya, Dhirubhai Ambani, pendiri grup tersebut, meninggal dunia. Sejak itu, ia telah mendiversifikasi bisnisnya dari penyulingan minyak ke sektor lain seperti layanan keuangan, ritel, teknologi, energi terbarukan, dan media. 


Pada tahun 2022, Ambani mengumumkan rencana suksesi untuk segmen bisnis utama Reliance Industries. Ia menunjuk putra kembarnya, Akash dan Isha, untuk memimpin divisi telekomunikasi dan ritel, sementara putra bungsunya, Anant, ditugaskan untuk unit energi baru. 

Sementara itu, keluarga Hartono dari Indonesia berhasil menduduki peringkat ketiga dalam daftar tersebut. Kekayaan kolektif mereka ditaksir mencapai sekitar 42,2 miliar Dolar AS (sekitar Rp689,7 triliun)

Perjalanan awal keluarga Hartono dimulai dari Oei Wie Gwan yang membeli merek rokok pada 1950-an dan mengubah namanya menjadi Djarum. Selain bisnis rokok, keluarga Hartono juga memiliki saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya