Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) dan mitranya dari Sudan Ali Yousuf Al-Sharif memasuki aula selama pertemuan di Moskow, pada Rabu, 12 Februari 2025/Net

Global

Sudan Izinkan Rusia Bangun Pangkalan Militer di Laut Merah

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah ketegangan militer yang masih berlanjut, pemerintah Sudan mengizinkan Rusia mendirikan pangkalan militer di Laut Merah.

Kabar itu diungkap oleh Menteri Luar Negeri Sudan, Ali Yusef Sharif dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Moskow pada hari Rabu, 12 Februari 2025.  

“Kami sepenuhnya sepakat mengenai masalah ini, dan tidak ada hambatan. Ini pertanyaan mudah, tidak ada kendala, kami sepenuhnya sepakat,” kata Sharif, seperti dimuat AFP. 


Kesepakatan ini telah lama dibahas sejak ditandatangani pada masa kepemimpinan mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir. 

Namun, setelah al-Bashir digulingkan pada 2019, rencana tersebut sempat ditinjau ulang oleh pemerintah Sudan, sehingga realisasinya tertunda.  

Keputusan Sudan untuk menyetujui pangkalan angkatan laut ini berpotensi memperkuat kehadiran Rusia di kawasan Laut Merah, yang merupakan jalur perdagangan global strategis. 

Bagi Rusia, pangkalan ini akan menjadi aset penting di tengah dinamika geopolitik, terutama setelah ketidakstabilan di Suriah yang berpotensi mengancam keberadaan pangkalan militernya di negara tersebut.  

Tahun lalu, seorang jenderal tinggi Sudan mengungkapkan bahwa Rusia meminta fasilitas pengisian bahan bakar di Laut Merah dengan imbalan pasokan senjata dan amunisi. Belum jelas apakah kesepakatan yang diumumkan Sharif kali ini mencakup persyaratan yang sama.  
  
Perang saudara yang berkecamuk di Sudan selama hampir dua tahun telah menarik perhatian banyak kekuatan regional dan global. 

Rusia diketahui menjalin hubungan dengan kedua belah pihak yang bertikai, sementara pejabat Rusia telah beberapa kali mengunjungi Port Sudan, yang menjadi pusat kekuasaan militer Sudan saat ini.  

Laut Merah menjadi titik persaingan geopolitik utama karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah, termasuk emas. 

Dengan kehadiran pangkalan angkatan laut di kawasan ini, Rusia berpotensi memperluas pengaruhnya di Afrika dan Timur Tengah, sekaligus meningkatkan daya tawarnya dalam konstelasi politik global.  

Belum ada rincian lebih lanjut mengenai kapan pangkalan ini akan dibangun atau bagaimana dampaknya terhadap dinamika regional. 

Namun, kesepakatan ini menandai babak baru dalam hubungan Rusia-Sudan di tengah lanskap geopolitik yang terus berubah.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya