Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu: Sesuai Arahan Trump, Israel Bakal Usir Warga Palestina

SENIN, 10 FEBRUARI 2025 | 10:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rencana kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza didukung penuh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam wawancara, Netanyahu menyebut rencana Trump sebagai ide segar yang dapat membawa perubahan besar dan masa depan bagi wilayah Palestina.  

Netanyahu, yang saat ini menjadi subjek penyelidikan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza, menegaskan bahwa Israel siap melaksanakan rencana tersebut.  


"Saya pikir usulan Presiden Trump adalah ide segar pertama dalam beberapa tahun, dan berpotensi mengubah segalanya di Gaza," ujar Netanyahu, seperti dikutip dari Fox News pada Senin, 10 Februari 2025.

Ia juga menegaskan bahwa pengusiran ini bukanlah bentuk pembersihan etnis. 

"Yang Trump katakan adalah: Saya ingin membuka gerbang dan memberi mereka pilihan untuk pindah sementara sementara kami membangun kembali tempat itu secara fisik'," jelas Netanyahu.  

Meskipun Trump tidak berniat mengerahkan pasukan Amerika untuk mengeksekusi rencana ini, Netanyahu memastikan bahwa Israel siap melakukannya. 

"Trump tidak pernah mengatakan bahwa ia ingin pasukan Amerika melakukan pekerjaan itu. Coba tebak? Kami akan melakukan pekerjaan itu," kata PM Israel itu. 

Pernyataan Netanyahu dan usulan Trump telah memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari negara-negara Arab dan organisasi hak asasi manusia. 

PBB serta kelompok-kelompok HAM menilai rencana ini sebagai langkah yang melanggar hukum internasional dan berpotensi memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.  

Sejak tahun 1967, Israel telah menduduki Jalur Gaza sebelum menarik pasukannya pada 2005.

Namun, Israel tetap mengontrol wilayah udara, perbatasan, serta arus barang dan orang yang masuk ke Gaza. Blokade ketat yang diberlakukan sejak 2007 telah membuat wilayah ini disebut sebagai "penjara terbuka terbesar di dunia."

Negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania telah menolak keras setiap upaya pengusiran warga Palestina dari Gaza, karena dianggap akan menghambat pembentukan negara Palestina di masa depan.  

Sementara itu, bagi rakyat Palestina, rencana ini membangkitkan trauma masa lalu yang dikenal sebagai Nakba atau "bencana"—ketika ratusan ribu warga Palestina diusir dari tanah mereka selama pembentukan Israel pada tahun 1948.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya