Berita

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/RMOL

Politik

Ubedilah Badrun: Ada Kekeliruan Humas UNJ dalam Merespons Pemberhentian Saya

JUMAT, 07 FEBRUARI 2025 | 10:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Kepala Humas UNJ terkait pencopotan Ubedilah Badrun sebagai Koordinator Program Studi (Koorprodi) Pendidikan Sosiologi UNJ dinilai keliru.

Ubedilah mengatakan, ada tiga kekeliruan dari penjelasan Kepala Humas UNJ itu.

"Pertama, kepala humas UNJ menyebut tidak ada pencopotan. Faktanya ada pemberhentian karena ada pengangkatan Plt Koorprodi Pendidikan Sosiologi melalui Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) Nomor: 72/UN39/KP/09.00/2025 yang dibuat Rektor pada tanggal 24 Januari 2025," kata Ubedillah dalam pernyataannya kepada RMOL, Jumat 7 Februari 2025. 


Ubedilah mengungkapkan, ia sendiri baru menerima SK Pemberhentian secara resmi setelah ramai pemberitaan atau setelah 10 hari pengumuman Plt yaitu hari Rabu tanggal 5 Februari 2025 jam 08.21 WIB. 

“Kedua, pernyataan humas UNJ tidak berdasarkan peristiwa yang sebenarnya, tetapi normatif tekstual berdasar peraturan Rektor. Bahwa benar setelah PTNBH pengangkatan koorprodi adalah bersifat penugasan dari rektor dan atas usul pengajuan dari dekan. Tetapi realitanya berdasarkan penjelasan Dekan FISH bahwa beliau telah mengajukan kembali nama saya hingga dua kali, dan terakhir berbicara langsung dengan rektor berdasarkan kinerja di program studi yang bagus maka diajukan kembali seperti koorprodi-koorprodi yang lain," lanjutnya.

Namun begitu, menurutnya, rektor tetap menolak pengajuan dari pimpinan fakultas dan tidak ada penjelasan dari rektor, kecuali berkata "jangan UB". 

"Lalu informasi dari kolega, bahwa memang rektor tidak nyaman dengan kiprah kritis saya selama ini. Termasuk karena beliau sering ditelepon ‘parcok’,”  tambah Ubedilah.

“Ketiga, bahwa benar ada banyak pelantikan koorprodi baru karena UNJ berubah menjadi PTNBH. Tetapi realitanya di FISH dari 13 koorprodi hanya 3 koorprodi yang diganti, salah satunya saya. Anehnya saya adalah satu-satunya se-UNJ yang di-Plt-kan. Yang lain definitif,” lanjutnya.  

Sebelumnya Kepala Humas UNJ Syaifudin merespons kabar pemberhentian Ubedilah sebagai Koorprodi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ. 

Syaifudin mengatakan tidak ada pemecatan atau pencopotan Ubedilah dari posisi tersebut. 

“Terkait pergantian Koorprodi Pendidikan Sosiologi FISH UNJ yang sedang ramai diberitakan, perlu saya luruskan bahwa UNJ tidak pernah melakukan pemecatan atau pencopotan atas posisinya sebagai Koorprodi. Namun yang bersangkutan memang masa jabatan Koorprodi era PTN-BLU sudah berakhir seiring perubahan status UNJ menjadi PTN-BH, dan yang bersangkutan juga tetap berstatus sebagai dosen PNS UNJ,” kata Syaifudin.

“Yang bersangkutan tidak lagi diangkat sebagai Koorprodi karena pertimbangan agar yang bersangkutan dapat lebih fokus menyelesaikan studi S3-nya di salah satu kampus negeri di Surabaya dan mengingat tugas Koorprodi begitu padat sehingga kuatir akan menghambat proses studi jenjang S3nya jika menjabat Koorprodi,” tutup Syaifudin. 

Berdasarkan postingan di laman media sosial resmi UNJ yang diunggah pada 25 Januari 2025 atau sehari setelah pelantikan Koorprodi di lingkungan UNJ, terdapat nama inisial LZ yang diangkat menjadi Koorprodi S2 PGSD FIP UNJ, yang terkonfirmasi adalah istri dari Rektor.

Selanjutnya pada 4 Februari 2025, Kepala Humas UNJ merespon berita yang ramai terkait pemberhentian Ubedilah melalui laman resmi UNJ.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya