Berita

Ilustrasi/Net

Global

Invasi Barang Palsu dari Tiongkok, Merek Besar Kian Tertekan

RABU, 05 FEBRUARI 2025 | 11:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Industri barang palsu di Tiongkok terus berkembang pesat, membanjiri pasar global dengan produk tiruan yang semakin sulit dibedakan dari aslinya. 

Dari sepatu Nike palsu yang nyaris identik dengan versi asli hingga pakaian "Abias" yang meniru Adidas, fenomena ini telah menjadi tantangan besar bagi merek-merek ternama dunia.  

Kota Yiwu di Provinsi Zhejiang dikenal sebagai pusat grosir barang tiruan terbesar di Tiongkok. 


Pasar di Yiwu menawarkan berbagai produk, mulai dari mainan hingga barang elektronik, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran. 

“Jika sesuatu tidak dapat ditemukan di tempat lain, Yiwu akan membuatnya,” ujar seorang pedagang di pasar grosir Yiwu, seperti dikutip dari Nepal Pana pada Rabu, 5 Februari 2025.

Kecepatan produksi di Yiwu begitu tinggi sehingga ketika sebuah produk baru menjadi populer, versi tiruannya bisa muncul hanya dalam hitungan hari. 

Seorang blogger Tiongkok bahkan mengungkapkan bahwa jam tangan wanita yan dijual seharga 500 hingga 600 Yuan di beberapa platform e-commerce bisa dibeli di Yiwu hanya dengan 10 Yuan.

Banyak merek besar yang kesulitan menghadapi lonjakan barang palsu ini. Nike, Adidas, dan berbagai merek mewah lainnya menjadi target utama pemalsuan. 

Kota Putian di Provinsi Fujian bahkan dijuluki "ibu kota sepatu palsu" karena keahliannya dalam meniru sepatu olahraga. 

Seorang mantan karyawan Nike pernah memperkirakan bahwa satu dari tiga sepatu Nike yang beredar di dunia adalah palsu.  

Pada tahun 2019, Bea Cukai AS menyita 14.800 pasang sepatu Nike palsu dari Tiongkok di Pelabuhan Long Beach, California. 

Jika asli, sepatu ini akan bernilai lebih dari 2,2 juta dolar AS. Namun, meskipun pihak berwenang meningkatkan pengawasan, sepatu palsu asal Putian terus membanjiri pasar global. 

“Sepatu palsu dari Putian sangat mirip dengan aslinya, bahkan beberapa lebih bagus dari versi resmi,” kata seorang kolektor sepatu yang enggan disebutkan namanya.  

Selain merugikan merek besar, barang palsu juga dapat membahayakan konsumen. Banyak produk, terutama mainan dan kosmetik, dibuat dari bahan berkualitas rendah yang berisiko terhadap kesehatan. 

“Beberapa plastik yang digunakan dalam mainan dari Yiwu mengandung hingga 126 zat berbahaya,” ujar seorang ahli keamanan produk konsumen.  

Jakarta, misalnya, menjadi salah satu kota di Asia yang kebanjiran produk kosmetik palsu dari Tiongkok. 

Banyak dari produk ini berasal dari Distrik Huaqiangbei di Shenzhen, yang dikenal sebagai pusat peredaran barang palsu. Bahkan, beberapa pusat perbelanjaan mewah palsu telah dibuat di Tiongkok untuk menipu pelanggan yang mencari barang asli.  

Meskipun tindakan keras terhadap pemalsuan terus dilakukan, fenomena ini tetap sulit diberantas.

Banyak pembeli kini beralih ke agen belanja luar negeri untuk memastikan keaslian produk. Tetapi, beberapa agen ini justru bekerja sama dengan sindikat pemalsuan, membuat pelanggan tetap berisiko mendapatkan barang tiruan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya