Berita

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta/RMOL

Politik

Bahlil Akui Polemik LPG 3 Kg Kesalahannya

SELASA, 04 FEBRUARI 2025 | 14:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Permasalahan yang ditimbulkan dari kebijakan larangan pengecer LPG 3 kg tidak ada kaitannya dengan Presiden Prabowo Subianto, dan murni kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) sendiri.

Pengakuan itu disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada awak media saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 4 Februari 2025.

Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan terkait LPG 3 kg telah dikaji Kementerian ESDM sejak 2023. Mereka menemukan bahwa ada penyalahgunaan oleh oknum-oknum pengecer, khususnya kenaikan harga yang tidak masuk akal.


"Kita itu subsidinya itu Rp87 triliun per tahun dengan perhitungan per galon itu per tangki itu maksimal harganya sebenarnya di angka 18 19 (ribu rupiah), udah paling jelek-jelek banget kalau ada mark up itu udah paling jelek Rp20 ribu, udah jelek banget lah, tapi sebenernya 18 19 (ribu rupiah) tapi apa yang terjadi harga kita itu ada yang sampe Rp25 ribu sampai Rp30 ribu," paparnya.

Untuk itu, Bahlil meminta semua pihak agar tidak menyalahkan orang lain terkait permasalahan tersebut, karena ia sudah mengakui kesalahannya.

"Jadi enggak usah dipersalahkan siapa-siapa, itu adalah kesalahan kami, kalau itu ada salah," tegasnya.

Adapun kedatangan Bahlil di istana adalah untuk menggelar rapat terkait pekerjaannya dengan Presiden Prabowo.

"Saya baru mau rapat sama Bapak Presiden," kata Bahlil.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya