Berita

Bantuan beras PIK 2 kepada nelayan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Tangerang, Banten, Sabtu, 1 Februari 2025/Ist

Nusantara

PIK 2 Salurkan Bantuan Beras Dorong Kesejahteraan Nelayan

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 20:07 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 salurkan bantuan sosial berupa beras 5 kilogram sebanyak 11.250 paket menyasar warga nelayan di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, Desa Kronjo, Desa Pagedangan Ilir dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Kecamatan Kronjo, Tangerang pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Giat sosial tersebut dari PT. Pantai Indah Kapuk Dua, Tbk melalui program Community Development kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang.

"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para nelayan dan keluarga mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Manajer CSR PIK 2 Rio, Minggu, 2 Februari 2025.


Pihaknya berharap melalui bantuan ini, tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi semangat baru untuk terus berkarya dan berkembang.

"Semoga inisiatif ini dapat mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat, serta berdampak positif dalam menciptakan kesejahteraan bersama," harap Rio.

Sementara itu, warga Desa Tanjung Anom Rani mengatakan bantuan sembako tersebut  yang berasal dari pengembang PIK 2 sudah dua kali ia terima dan sangat membantu untuk kebutuhan pokok keluarganya di rumah.

"Makasih buat PIK 2 sudah dua kali ini saya dapat bantuan sembako beras. Kalau dibilang ngebantu atau engga, ini sangat membantu yah buat kebutuhan pokok anak, suami dan orang tua saya satu rumah," ujar Rani kepada wartawan.

Senada, Tajudin warga nelayan Desa Kronjo mengaku bersyukur atas kepedulian pihak perusahaan PIK 2 terhadap warga terkhusus di pesisir utara Kabupaten Tangerang.

"Saya dan warga lain tentu bersyukur atas bantuan beras dari PIK 2. Semoga PIK 2 selalu terus perhatian dengan warga di Desa Kronjo dan warga pesisir di Kabupaten Tangerang yang lain, saya mah nggak percaya sama yang mau adu domba," ujar Tajudin.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya