Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Model AI China DeepSeek Guncang Pasar Energi, Harga Minyak Anjlok 2 Persen

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak anjlok sekitar 2 persen ke level terendah dalam dua pekan.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,42 Dolar AS atau 1,8 persen menjadi 77,08 Dolar AS per barel pada perdagangan Senin 27 Januari 2025 atau Selasa WIB. 

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 1,49 Dolar AS atau 2,0 persen lebih rendah pada 73,17 Dolar AS.


Brent ditutup pada level terendah sejak 9 Januari dan WTI pada level terendah sejak 2 Januari.

Penurunan harga minyak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya minat terhadap model kecerdasan buatan (AI) berbiaya rendah dari perusahaan rintisan China, DeepSeek. 

DeepSeek berhasil mengembangkan model AI canggih dengan biaya sekitar 6 juta Dolar AS, tanpa menggunakan chip Nvidia terbaik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor yang sebelumnya berinvestasi besar pada perusahaan energi AS dengan harapan AI akan meningkatkan permintaan energi untuk mendukung pusat data. 

"Model DeepSeek (dilaporkan) lebih hemat energi dan modal, yang mempertanyakan proyeksi permintaan listrik yang signifikan untuk AS," kata analis di Jefferies, sebuah bank investasi, dalam sebuah laporan, yang mencatat AI mewakili sekitar 75 persen dari keseluruhan perkiraan permintaan AS hingga 2030-2035 dalam sebagian besar proyeksi.

"Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai prospek segera setelah DeepSeek, tetapi reli 20 persen (-plus) YTD (year-to-date) pada perusahaan-perusahaan listrik tampak terbuka," kata Jefferies.

Para analis mengatakan harga minyak telah tertekan dalam beberapa hari terakhir menyusul seruan Presiden AS Donald Trump minggu lalu kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak untuk menurunkan harga minyak.

"Presiden Trump terus memberikan tekanan pada OPEC dengan meminta kelompok produsen itu menurunkan harga guna membantu mengakhiri perang Rusia di Ukraina," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho, dalam sebuah laporan.

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia dalam kelompok OPEC+ belum bereaksi terhadap seruan Trump, dengan delegasi OPEC+ menunjuk pada rencana yang ada untuk mulai meningkatkan produksi minyak mulai April.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya