Berita

Ilustrasi (AI/AT)

Publika

Menantang Tirani Kemustahilan

SELASA, 28 JANUARI 2025 | 09:24 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

JIKA ada kompetisi untuk gelar “Raja Mimpi Tak Masuk Akal,” Larry Ellison pasti menjadi pemenang mutlak. Chairman Oracle ini bukan hanya berani bermimpi, tapi juga nekat mengajak seluruh dunia bermimpi bersamanya. Ia melakukannya di jantung Amerika Serikat, di hadapan presidennya, di Gedung Putih, melalui Proyek Stargate.

Inilah inisiatif futuristik berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan anggaran 500 miliar dolar AS, yang dijanjikan akan merevolusi peradaban manusia, yang ditulis CloudWar sebagai “menantang tirani kemustahilan.” Bayangkan, Ellison “membual” bahwa proyek ini mampu mengubah kanker menjadi masalah yang dapat diselesaikan dalam 48 jam, juga menjanjikan keamanan siber yang tak terkalahkan.

Dalam gaya khasnya, Ellison memadukan visi futuristik dengan keyakinan penuh, melontarkan ide-ide luar biasa seperti vaksin kanker personal yang dirancang menggunakan mRNA dan AI dalam waktu 48 jam. Kedengarannya seperti fiksi ilmiah dari novel Isaac Asimov, tetapi Ellison berbicara dengan kepercayaan diri seorang penjual karpet yang meyakinkan bahwa tikar usangnya bisa terbang.


Ellison menjelaskan bahwa data genom pasien, bila digabungkan dengan teknologi analitik AI canggih, memungkinkan pembuatan vaksin individual secara otomatis oleh robot. Termasuk vaksin kanker yang, bila diberikan kepada individu yang sejak dini didiagnosis rentan terkena kanker, diklaim mampu menyelamatkan nyawa mereka.

Namun, pertanyaannya tetap: bagaimana dengan biayanya? Apakah vaksin ini akan tersedia untuk semua orang, atau hanya untuk mereka yang dompetnya lebih tebal dari buku Harry Potter? Jangan lupa, biaya Proyek Stargate mencapai 500 miliar dolar AS—angka yang cukup membuat Elon Musk pun tercengang.

Sementara Ellison sibuk membangun pusat data raksasa seukuran stadion —saat ini direncanakan sepuluh, nanti dua puluh— ada negara yang diam-diam mempersiapkan dan telah membuktikan diri sebagai penantang dominasi teknologi Amerika: China. Trump sendiri mengakui China sebagai pesaing utamanya.

“Kami ingin menjaga [AI] tetap di negara ini. China adalah pesaing, begitu juga yang lain. Kami ingin itu tetap di negara ini, dan kami membuatnya tersedia,” kata Trump kepada wartawan. “Saya pikir ini akan menjadi sesuatu yang sangat istimewa. Ini bisa mengarah pada sesuatu yang mungkin menjadi yang terbesar dari semuanya.”

Peluncuran Stargate selang beberapa waktu setelah dirilisnya DeepSeek-R1, menguatkan dugaan kekhawatiran Amerika atas dominasi China. DeepSeek kini termasuk model dasar open source yang kuat yang dikembangkan di China. Model ini mampu bersaing dengan rekan-rekannya dari Amerika dalam banyak tolok ukur.

Dilaporkan, selain biaya pembuatan DeepSeek jauh lebih murah dari OpenAI, ia juga lebih murah untuk dioperasikan. Debut DeepSeek-R1 yang tepat waktu dan kemajuannya yang pesat menyebabkan banyak saham teknologi AS anjlok, sehingga memunculkan pertanyaan apakah perusahaan AI Amerika akan terus mendominasi bidang ini.

Dengan proyek DeepSeek, China menunjukkan bahwa efisiensi dan kecepatan bisa mengalahkan kemewahan. Bayangkan ini sebagai duel antara superkomputer mewah Ellison dan “laptop bajakan” ala China. Namun, di dunia AI, yang menang bukan yang paling mahal, bukan yang paling boros, melainkan yang paling cerdas.

Yang membuat Proyek Stargate menarik adalah betapa ia mencerminkan obsesi manusia terhadap teknologi sebagai solusi segala masalah. Tapi, apakah AI benar-benar jawaban ajaib, atau hanya alat yang, di tangan yang salah, bisa memperparah ketimpangan global? Apakah ini hanya bagian dari kesombongan slogan “Make America Great Again”?

Dalam pidatonya saat peluncuran Proyek Stargate di hadapan Trump di Gedung Putih, Ellison berbicara tentang “deteksi dini kanker” dan “modernisasi sistem kesehatan.” Namun, apakah ini tentang aksesibilitas, atau hanya tentang betapa canggihnya mainan teknologi yang dimiliki? Tidak tampak ada dokter di sana, tetapi mereka bicara tentang kesehatan.

Ada sesuatu yang sangat “Amerika” dalam Proyek Stargate ini: sebuah visi besar, biaya yang sangat mahal, dan janji yang entah bisa ditepati atau tidak. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa inovasi besar seringkali dimulai dari mimpi yang tampak mustahil. Ellison sendiri pernah dianggap gila ketika memulai sistem “cloud,” yang kini menjadi salah satu fondasi utama teknologi modern.

Mimpi Ellison tentang vaksin kanker individual dan revolusi AI memang menggoda. Tapi, alangkah baiknya jika sebagian kecil dari 500 miliar dolar AS itu digunakan untuk mengatasi masalah mendasar: bagaimana membuat teknologi ini dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya segelintir orang kaya. China, dengan efisiensi DeepSeek, mungkin saja memiliki solusi yang lebih relevan untuk dunia.

Pada akhirnya, proyek seperti Stargate adalah pengingat bahwa manusia selalu terobsesi untuk menantang yang “mustahil.” Pertanyaannya kini: apakah kita sedang membangun masa depan, atau sekadar menciptakan ilusi besar yang akhirnya runtuh di bawah berat ambisinya sendiri? Wallahu a’lam.

*Penulis adalah Pemerhati Kebangsaan, Pengasuh Pondok Pesantren Tadabbur Al-Qur'an



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya