Berita

lustrasi/Ist

Bisnis

Gencatan Senjata Hamas-Israel Redam Harga Minyak Dunia

JUMAT, 17 JANUARI 2025 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat ekspektasi penghentian serangan oleh milisi Houthi di Laut Merah, menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza.

Dikutip dari Reuters, Jumat 17 Januari 2025, pada perdagangan Kamis, harga minyak mentah Brent turun 74 sen atau 0,9 persen menjadi 81,29 Dolar AS per barel, setelah sebelumnya naik 2,6 persen ke level tertinggi sejak 26 Juli 2024.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,36 Dolar AS atau 1,7 persen menjadi 78,68 Dolar AS per barel, setelah naik 3,3 persen pada hari Rabu ke level tertinggi sejak 19 Juli 2024.


Penurunan harga ini terjadi seiring dengan proyeksi bahwa milisi Houthi akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang akan dimulai pada Minggu, 19 Januari 2025. 

Selama ini, serangan di Laut Merah telah mengganggu pengiriman global, memaksa perusahaan melakukan perjalanan lebih jauh dan lebih mahal melalui Afrika Selatan selama lebih dari setahun.

John Kilduff, mitra di Again Capital, New York, menyatakan bahwa perkembangan terkait Houthi dan gencatan senjata di Gaza membantu menenangkan kawasan tersebut, sehingga mengurangi premi risiko keamanan pada harga minyak.

"Ini semua tentang aliran minyak," tambah Kilduff.

Meskipun demikian, investor tetap berhati-hati karena pemimpin Houthi menyatakan akan memantau penerapan kesepakatan gencatan senjata dan siap melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel jika kesepakatan dilanggar.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya