Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Cegah Tiongkok Kuasai AI dan Data Genetik, AS Perketat Ekspor Bioteknologi

KAMIS, 16 JANUARI 2025 | 13:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) baru saja memberlakukan aturan kontrol ekspor terbaru yang membatasi pengiriman peralatan bioteknologi dan teknologi terkait ke Tiongkok dan negara lain tanpa izin khusus dari AS dengan alasan keamanan nasional, terutama terkait kecerdasan buatan (AI) dan ilmu data.

Dikutip dari Reuters, Kamis 16 Januari 2025, kontrol ekspor tersebut mencakup peralatan seperti flow cytometer berparameter tinggi dan alat spektrometri massa tertentu. Alat-alat ini mampu menghasilkan data biologis berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan teknologi AI dan alat desain biologis yang canggih.

Kebijakan yang diumumkan Rabu waktu setempat ini menjadi bagian dari upaya terbaru Washington untuk membatasi akses Tiongkok terhadap teknologi AS, terutama di bidang yang berpotensi strategis seperti AI dan bioteknologi.


Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS juga mengumumkan pembatasan ekspor chip dan teknologi AI ke Tiongkok. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat dominasi AS dalam pengembangan kecerdasan buatan dengan mengontrol distribusi teknologi tersebut secara global.

Selain itu, para legislator AS sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk melindungi data kesehatan pribadi dan informasi genetik warga Amerika dari potensi ancaman asing. Mereka juga mendorong perusahaan farmasi dan bioteknologi AS agar mengurangi ketergantungan pada Tiongkok, termasuk dalam produksi bahan baku obat dan tahap awal penelitian medis.

Pekan lalu, anggota parlemen AS mendesak Departemen Perdagangan untuk membatasi ekspor teknologi bioteknologi ke militer Tiongkok. Mereka beralasan bahwa teknologi tersebut berpotensi disalahgunakan oleh Beijing untuk tujuan militer, termasuk kemungkinan pengembangan senjata biologis.

Sebagai tanggapan, Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menyatakan bahwa Beijing dengan tegas menentang pengembangan, kepemilikan, atau penggunaan senjata biologis oleh negara mana pun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya