Berita

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Semangat Awal Tahun 2025 by IDN Times, Rabu 15 Januari 2025/Tangkapan layar RMOL

Bisnis

Luhut Ungkap Perputaran Uang di Desa Bisa Tembus Rp8 Miliar Berkat Makan Bergizi Gratis

RABU, 15 JANUARI 2025 | 10:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perputaran uang di desa berpotensi mencapai Rp8 miliar hingga Rp9 miliar per tahun, atau naik signifikan dari sebelumnya yang hanya Rp1 miliar per tahun.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa perputaran uang besar itu terjadi berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

"Sekarang ada makan bergizi. Kami hitung-hitung ya akan ada dana berputar di desa itu Rp8-9 miliar per tahun. Ini angka yang besar. Jadi berputar di satu desa," kata Luhut dalam acara Semangat Awal Tahun 2025 by IDN Times, Rabu 15 Januari 2025.


Menurut Luhut, dengan adanya program makan bergizi gratis ditambah dengan dana desa, maka perputaran uang di wilayah tersebut akan berjalan, sehingga pemerataan bisa terjadi di wilayah Indonesia.

"Itu akan membuat tadi saya singgung, pemerataan, mengurangi stunting, mengurangi kemiskinan. Ya, ini berjalan,"tuturnya.

Selain itu, Luhut menilai, anak-anak Indonesia sangat menikmati makanan bergizi yang mana belum semuanya bisa merasakannya.

"Anda lihat anak-anak yang makan itu mereka mungkin banyak yang jarang makan ayam. Jarang makan telur. Sekarang makan. Itu akan terjadi perputaran ekonomi. Harus beli ayam, beli telur, dan sebagainya," tambah Luhut.

Untuk itu, Ketua DEN itu optimis target pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Prabowo dapat tercapai, dengan adanya program makan bergizi gratis (MBG) dan pemerataan dana desa yang berputar.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya