Berita

Wina Armada Sukardi/Ist

Publika

Perkara Pengusiran Khabib Nurmagomedov dari Pesawat Frontier Airlines

SELASA, 14 JANUARI 2025 | 15:21 WIB | OLEH: WINA ARMADA SUKARDI

PENGUSIRAN juara UFC tak terkalahkan Khabib Nurmagomedov dari pesawat Frontier Airlines, bukan perkara sepele. Peristiwa ini dapat berdampak besar dan luas sekaligus dapat pula menambah sentimen dunia muslim terhadap Amerika Serikat.

Selama ini Amerika Serikat sudah terkenal berlagak “sok” jadi kampiun hak-hak asasi manusia, padahal nyatanya dengan adanya peristiwa ini terbukti sampai kini pun mereka masih bersikap diskriminatif, rasialis dan congkak.

Kasus pengusiran terhadap legenda UFC Khabib Nurmagomedov dari pesawat Frontier Airlines saat berada di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, menjadi salah satu bukti terbaru. Perusahaan pesawat itu bukan saja sudah melakukan diskriminasi dan rasialis, tetapi juga sekaligus pelecehan dan penghinaan terhadap kemanusiaan.


Betapa tidak, tanpa alasan yang jelas, Khabib “dipindahkan” dan “diusir” dari pesawat Frontier Airlines. Alasannya, ada seorang penumpang yang “merasa tidak nyaman” dengan tempat duduk Khabib tepat di depan pintu darurat. Tak jelas kenapa penumpang tersebut “merasa tidak nyaman,” terhadap Khabib, dan lebih mendasar lagi: apa benar ada penumpang yang mengeluh seperti itu? Atau ini cuma siasat bohong saja untuk “mengusir” Khabib?

Sejak awal seorang pramugari yang sudah rasialis dan diskriminatif, terus melontarkan kata-kata kasar kepada Khabib. Jelas, dia sendiri sudah merasa tidak nyaman dan tidak senang terhadap orang dengan profil seperti Khabib.

Apa salahnya Khabib? Apakah karena namanya yang “berbau” Islam, atau penampilan yang berjambang dan berjenggot, atau mungkin dia melihat tampilan Khabib sebagai orang muslim, sehingga manusia seperti itu patut dicurigai dan bahkan dibenci?

Apakah alasan ini pula yang membuat ada penumpang (kalau benar) “merasa tidak nyaman” terhadap Khabib? Dan hebatnya petugas terkait di sana mendukung “pengusiran” Khabib.

Kita pun boleh menyindir “peradaban macam apa itu?” Mana kesadaran menghargai dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia yang selama ini digembar-gemborkan?

Bukan Perkara Sepele

Kasus ini bukan perkara sepele. Bukan soal rasial dan diskriminasi kepada seorang penumpang saja. Perkara ini jauh lebih besar dari itu. Kenapa? Khabib adalah seorang juara UFC tak terkalahkan. Dia juga memegang sabuk juga UFC terlama.

Tentu dia bukan orang sembarangan. Prestasi dan statusnya jelas membuktikan Khabib punya kemampuan luar biasa. Dia punya kemampuan yang dapat diandalkan untuk menangani masalah pintu darurat.

Dan dia sudah menjelaskan soal itu ke pramugarinya dalam bahasa Inggris yang jelas. Hanya saja pramugari dan crew Frontier Airlines yang sejak awal sudah punya sikap curiga tanpa dasar, telah menghina dan melecehkan kemampuan dan kehebatan Khabib, dengan tetap menilai Khabib merupakan penumpang yang tidak mampu mengatasi soal pintu darurat.

Bukankah ini penghinaan yang luar biasa  besar terhadap seorang juara dunia UFC tak terkalahkan? Bukan dengan begitu Khabib telah direndahkan sebagai “manusia bodoh” yang tidak dapat untuk mengatur pintu darurat?

Bukankah ini pelecehan terhadap kemanusiaan manusia super, sehingga pramugari dan crew perusahaan penerbangan Frontier Airlines harus tetap memintanya pindah dan “mengusirnya” dari pesawat.

Ini juga bukan terbatas sekedar hubungan diskriminasi dan rasial antara seorang penumpang dengan maskapai penerbangan Frontier Airlines berbasis dan berbadan hukum Amerika Serikat, melainkan juga soal perkara bangsa Amerika dengan bangsa-bangsa lain, khusus bangsa dengan penduduk yang mayoritasnya muslim.

Bangsa Amerika selama ini selalu menempatkan diri sebagai “Raja Hak asasi Manusia” dan karenanya hampir selalu mengajarkan bagaimana seharusnya sebuah bangsa menghormati dan menegakkan hak-hak asasi manusia.

Kini lewat peristiwa pramugari dan crew Frontier Airlines ini telah menampar kebanggaan Amerika. Mereka telah berlaku rasialis dan diskriminatif terhadap Khabib yang merupakan kebanggaan para penggemar UFC, khususnya bangsa yang mayoritas muslim.

Memang kehebatan olah raga, termasuk di arena UFC, tak mengenal perbedaan penganut agama. Hebat ya hebat, tak mengenal dari agama apa pun. Dalam olahraga yang dihormati adalah prestasinya, bukan agama. Muhammad Ali atau Mike Tyson dihormati bukan lantaran mereka muslim, tapi memang lantaran kedahsyatannya di atas ring.

Pele dan Messi, dipuja bukan karena mereka nasrani, tetapi karena memang memiliki kehebatan mengolah bola. Punya visi luar biasa di lapangan bola. Tak ada kaitannya antara agama dengan olahraga.

Kendati begitu, secara sosiologis global, tak dapat dinafikan ada unsur kebanggaan pada bangsa-bangsa yang mayoritas muslim kepada prestasi Khabib sebagai penganut muslim. Pengusiran Khabib dengan begitu menjadi pertunjukan sikap terbuka dari representatif bangsa Amerika melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Peristiwa ini mencoreng wajah Amerika sendiri.

Tak heran maskapai Frontier Airlines mendapatkan sorotan tajam di media sosial, setelah viral insiden Khabib tersebut.

Dari penelisikkan, rupanya perusahaan penerbangan Frontier Airlines memang bukan perusahaan maskapai yang memiliki reputasi baik. Sebaliknya perusahaan ini punya citra yang buruk. Selain neraca keuangannya yang “pas-pasan“ saja, dikutip dari NBC News, Frontier Airlines ternyata jadi maskapai AS yang paling banyak dikomplain oleh penumpang pada tahun 2022.

Berdasarkan data Biro Statistik Transportasi AS yang dikutip NBC News, maskapai yang berbasis di Denver itu menerima lebih dari 20 keluhan untuk setiap 100.000 penumpang yang menaiki pesawatnya.

Sementara dikutip dari Forbes, Frontier Airlines juga jadi jawara maskapai AS paling banyak dikomplain oleh penumpang pada tahun 2023. Perusahaan ini tak tanggung-tanggung mendapatkan 32,99 keluhan per 100.000 penumpang.

Harus Transparan

Pihak Frontier Airlines sudah mengetahui insiden ini. Mereka berjanji bakal melakukan penyelidikan. Nah, kita tunggu saja, apakah penyelidikan itu sekadar basa-basi, atau memang serius. Jika memang penyelidikannya sungguh-sungguh, sudah sewajarnya perusahaan Frontier Airlines mengumumkan apa yang sebenarnya terjadi.

Hasil penyelidikan harus dibeberkan secara transparan. Makanya setelah penyelidikan itu Frontier Airlines kudu langsung memohon maaf, baik kepada Khabib pribadi maupun kepada para penggemar Khabib di seluruh dunia.

Dengan begitu, setidaknya warga dunia dapat paham tindakan tercela itu tidak mewakili bangsa Amerika tetapi semata-mata sikap Frontier Airlines. Itu pun dengan catatan Khabib tetap layak mendapat ganti rugi yang besar atas perlakuan diskriminatif, rasialis dan sombong dari Frontier Airlines.

Kita nanti perkembangannya.

Penulis adalah wartawan senior, pernah belajar sistem politik, hukum dan pers di Amerika Serikat

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya