Berita

Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya, KH Yan-Yan Al Bayani/Istimewa

Nusantara

FPI Kota Tasikmalaya Kecam Rudapaksa yang Libatkan Pimpinan Lembaga Pendidikan

MINGGU, 12 JANUARI 2025 | 04:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Tasikmalaya mengecam keras kasus rudapaksa yang melibatkan seorang pimpinan lembaga pendidikan di Kota Tasikmalaya, berinisial R (45), terhadap salah satu anak didiknya yang masih di bawah umur.

“FPI Kota Tasikmalaya sangat mengecam dan mengutuk keras perbuatan tersebut,” kata KH Yan-Yan Al Bayani, dikutip RMOLJabar, Sabtu, 11 Januari 2025.

KH Yan-Yan juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian ini, yang melibatkan seorang tenaga pendidik yang seharusnya menjadi panutan dan pelindung bagi siswa.


FPI Kota Tasikmalaya menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan segera memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami juga meminta agar keadilan ditegakkan, agar perbuatan keji seperti ini tidak terulang lagi di masa depan dan dapat memberikan efek jera bagi pelaku,” tegasnya.

Ke depan, pihaknya berharap pihak-pihak terkait dapat melakukan upaya preventif untuk melindungi anak-anak didik dari potensi ancaman kekerasan seksual serta memperkuat pengawasan di lembaga pendidikan.

“Penyelesaian masalah ini sepenuhnya kami serahkan kepada aparat penegak hukum, dan kami siap mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Selain itu, FPI Kota Tasikmalaya juga menegaskan bahwa lembaga pendidikan yang terlibat dalam kasus ini tidak terafiliasi dengan pondok pesantren.

“Lembaga tersebut tidak terdaftar dalam Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya dan tidak memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dari Kemenag,” tutup KH Yan-Yan Al Bayani.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya