Berita

Mantan Kepala BAIS Soleman B Ponto/RMOL

Politik

Soleman Ponto: Berhasil atau Tidaknya BIN Hanya Presiden yang Tahu

RABU, 08 JANUARI 2025 | 16:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menegaskan keberhasilan Badan Intelijen Negara (BIN) hanya presiden yang tahu.

Oleh sebab itu, penilaian seseorang terhadap BIN sekarang dan saat ini dinilainya kurang tepat. Pasalnya, hanya kepala negara yang bisa memberikan penilaian.

“Saya kira kalau intelijen itu, tergantung presiden, karena yang tahu dia berhasil atau tidak ya presiden yang tahu. Jadi orang lain tidak bisa menilai, nggak mungkin bisa menilai,” kata Soleman Ponto kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu, 8 Januari 2025.


“Karena yang tahu hasilnya ya presiden, orang lain itu tidak tahu,” sambungnya.

Soleman menuturkan bahwa masyarakat harus legawa dengan siapapun yang ditunjuk presiden menjadi kepala BIN. Terlebih, memberikan penilaian atau membandingkan antara BIN yang lalu dengan yang sekarang.

“Kalau presiden sudah pilih ya kita harus terima. Karena yang tahu berhasil atau tidak itu presiden. Kita tidak bisa membandingkan. Presiden maunya begitu ya seperti itu. Jadi kalau lebih baik, tidak bisa kita menilai, karena yang tahu ya presiden,” jelasnya.

Ia menambahkan, BIN bekerja atas perintah presiden dan hasilnya diberikan kepada presiden. Terlebih, pekerjaan BIN tidak terlihat di ruang publik sehingga tidak perlu dikomentari berhasil atau tidaknya pekerjaan BIN.

“Makanya orang itu bodoh sekali kalau menilai intelijen. Prinsip intelijen itu tidak kelihatan, belum tentu ada. Adapun belum tentu itu bentuknya. Jadi apa yang mau dilihat,” tegasnya.

“Buang waktu. Salah sendiri nanti orang-orang itu kalau menilai BIN itu. Pasti salah. Buang waktu bicara BIN itu,” demikian Soleman B Ponto.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya