Berita

Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily/Istimewa

Politik

Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

SELASA, 07 JANUARI 2025 | 00:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Program makan bergizi gratis (MBG) merupakan investasi negara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menyongsong Indonesia Emas 2045. MBG juga bentuk komitmen sangat kuat Presiden Prabowo Subianto agar kualitas SDM Indonesia tangguh, cerdas, sehat, dan berdaya saing.

"Tentu program ini sangat-sangat positif sebagai bentuk tanggung jawab negara. Hari ini, hari yang sangat bersejarah di mana negara hadir memberikan salah satu investasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, dalam keterangan resminya, Senin 6 Januari 2025.

Alumni Ponpes Cipasung Tasikmalaya ini menuturkan, dengan mulai diberlakukannya program MBG di seluruh Indonesia, menunjukkan satu komitmen yang sangat kuat dari Presiden Prabowo agar kualitas SDM, terutama anak-anak meningkat dengan mengonsumsi makanan bergizi.


"Makanan bergizi adalah pondasi bagi tumbuh kembang anak. Menjadi anak yang kuat, memiliki kecerdasan, dan tentu anak-anak Indonesia bisa fokus belajar. Tidak ada lagi rasa lapar saat mengikuti pelajaran," ujar Kang Ace, sapaan akrab Tubagus Ace Hasan Syadzily.

"Ini bentuk komitmen sangat kuat dari Presiden Prabowo dalam rangka memastikan program peningkatan kualitas SDM Indonesia betul-betul bisa terwujud," sambungnya.

Menurut Kang Ace, penguatan SDM adalah kunci dari ketahanan nasional. Jika SDM Indonesia kuat, bangsa Indonesia akan memiliki daya tahan yang sangat kuat dan bisa bersaing dengan negara lain.

"Program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden-Wakil Presiden Prabowo-Gibran ini harus kita sukseskan bersama. Ini berlangsung di seluruh Indonesia, di 26 provinsi secara bertahap. Mudah-mudahan pada saatnya sesuai target dapat memenuhi semua kebutuhan anak-anak Indonesia," tuturnya.

Kang Ace menuturkan, terdapat lima dapur sehat program MBG di Kampung Kebayunan, Kelurahan Tapos, Kota Depok. Setiap dapur memproduksi 3.000 porsi makanan bergizi untuk anak-anak sekolah, baik PAUD, SD, SMP, maupun SMA. 

"Dilihat dari menu yang disediakan di dapur ini, sangat terjaga, higienis, bersih, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)" ucap Kang Ace.

Setiap dapur, terdapat ahli gizi yang bertugas memeriksa kandungan setiap porsi makanan yang akan dibagikan kepada anak-anak. Setiap porsi makanan yang diberikan berbeda, tetapi kandungan gizi sama.

Untuk anak SD, nasi hanya 100 gram. SMP 150 gram, dan SMA 200 gram. Jadi porsi yang diberikan tergantung kepada kebutuhan kecukupan gizi bagi setiap usia anak-anak yang diberikan dalam program makan bergizi gratis ini.

"Perlu disampaikan bahwa tadi saya tanya kepada pengelola (dapur sehat), makan bergizi ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk ibu-ibu hamil, menyusui, dan bagi para balita," terangnya.

Ditanya tentang budget Rp10.000 per porsi, Kang Ace menjelaskan, dilihat dari menu yang disajikan, telah memenuhi harga. Seperti, nasi, ayam, tempe orek, dan sayur-sayuran. 

Lalu saat disinggung tentang menu susu segar dalam program MBG, Kang Ace menyatakan, pada saatnya harus ada karena itu bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Jika ada keluhan terkait makanan, tutur Kang Ace, masyarakat bisa melapor ke ahli gizi, kepala dapur. Namun dipastikan kualitas makanan yang dihasilkan oleh dapur sehat, terjamin baik. Setiap dapur mempekerjakan 46 warga lokal.

"Artinya, dengan program makanan bergizi gratis ini kami harapkan juga mendorong dan menggerakan ekonomi lokal, termasuk penyerapan tenaga kerja di mana lokasi dapur sehat itu berada," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya