Berita

Kolase peta Pulau Madura dan Eric Hermawan/RMOL

Politik

Politikus Golkar: Insya Allah Madura Siap Mekar

KAMIS, 02 JANUARI 2025 | 04:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Golkar, Eric Hermawan menyoroti pentingnya keberadaan kaukus parlemen Madura untuk mendorong pemekaran pembentukan provinsi baru.

Selain itu, kaukus parlemen Madura ini penting keberadaannya untuk meningkatkan taraf ekonomi serta pembangunan berkelanjutan di Madura.

“Madura itu berkeinginan menjadi provinsi. Dalam persoalan pembangunan, Madura itu terpisah-pisah Sumenep ke mana, Pamekasan ke mana, Sampang ke mana. Maka saya mengusulkan perlu adanya kebersamaan. Dimulai dari kaukus parlemen yang ada di DPR RI dari Dapil yang khususnya mencakup Madura,” ujar Eric Hermawan dalam keterangannya, Rabu, 1 Januari 2025.


Anggota DPR Dapil Jawa Timur XI ini tak menafikan jika kaukus parlemen Madura bakal bermuara pada pemekaran pulau garam tersebut sebagai provinsi nantinya. 

Secara prinsip, kaukus parlemen Madura dibutuhkan sebagai sarana penyamaan visi dari seluruh anggota parlemen yang berasal dari Madura. Sehingga visi yang sama juga dapat ditransformasikan pada tingkatan eksekutif daerah tingkat II.

“Insya Allah Madura siap (mekar), yang penting leadership-nya, perwakilan DPR RI yang ada di Jakarta siap menjadi bagian dari kaukus parlemen Madura tadi. Sehingga bisa menjadi turunan dari kaukus untuk bupati-bupati yang ada di Madura,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Mengenai bagaimana kesiapan Madura untuk menjadi provinsi yang terpisah dari Jawa Timur, Eric menegaskan jika daerahnya siap. Baik dari sisi APBD maupun administrasi kewilayahan. Tinggal sekarang, kemauan dari para pemangku kepentingan. Sampai nanti moratorium pemekaran dicabut, Eric menekankan pentingnya koordinasi antara stakeholder di Madura.

“Sebetulnya kan berdasar PP Nomor 78 Tahun 2007 pemekaran kan ada dua syarat, pertama syarat harus ada minimal 5 kabupaten yang menjadi unsur pembentukan provinsi baru, kemudian juga APBD-nya apakah mampu menopang pemekaran atau tidak. Ini semua bisa diwujudkan kalau ada kesepakatan antara parlemen di pusat dan eksekutif di tingkat II,” jelas dia.

Selain Eric Hermawan, terdapat delapan orang anggota DPR yang berasal dari Madura di partai dan komisi yang berbeda. Satu di antaranya sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI, yakni MH Said Abdullah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Selanjutnya Ansari dari PDIP di Komisi VIII yang mempunyai ruang lingkup tugas di bidang agama, sosial, kebencanaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Anggota DPR dari Madura lainnya ialah Syafiuddin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bertugas di Komisi V yang membidangi infrastruktur dan pembangunan. Kemudian, Slamet Ariyadi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjadi anggota Komisi I dengan ruang lingkup tugas di bidang pertahanan, luar negeri dan Informatika.

Selanjutnya Willy Aditya dari Partai Nasdem di komisi XIII DPR dengan ruang lingkup tugas reformasi regulasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Kemudian ada Hasani bin Zuber dari Partai Demokrat yang bertugas di Komisi VIII. Terakhir, Imron Amin dari Partai Gerindra yang  berada di Komisi XI DPR RI dengan ruang lingkup tugas keuangan, perencanaan pembangunan nasional, moneter, dan sektor jasa keuangan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya