Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Dua Tantangan Besar di Dunia Usaha Indonesia di 2025

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 11:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ada dua tantangan besar yang akan dihadapi oleh dunia usaha Indonesia di tahun 2025.

Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Kadin Indonesia, Aviliani,mengatakan, dua tantangan tersebut adalah kenaikan upah dan penerapan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN 12 persen.

"Meskipun implementasi PPN 12 persen belum dipastikan secara rinci, para pengusaha harus mulai memperhitungkan dampaknya terhadap biaya operasional mereka," kata Aviliani dalam Kadin Global & Economic Outlook 2025, di Jakarta, dikutip Selasa 31 Desember 2024.


Menurutnya, kenaikan PPN menjadi 12 persen berpotensi meningkatkan cost bagi pelaku usaha, yang pada akhirnya bisa memengaruhi harga jual produk atau layanan di pasar.

“Jadi walaupun PPN 12 persen sampai hari ini belum keluar terkait dengan implementasinya seperti apa, tetapi paling tidak ini juga sudah harus menjadi perhitungan bagi pengusaha karena apakah akan berdampak pada cost atau melakukan efisiensi,” ujarnya.

Sementara tantangan kenaikan upah, yang selalu menjadi isu sensitif di dunia usaha, akan mengarah pada peningkatan biaya tenaga kerja.

Aviliani menegaskan, pengusaha akan dihadapkan pada pilihan untuk menurunkan biaya operasional melalui efisiensi atau mencari cara lain untuk menjaga kelangsungan usaha tanpa harus meningkatkan harga secara signifikan.

“Karena biasanya itu ada hubungannya menurunkan kos, menurunkan cost dengan efisiensi atau melakukan hal yang lain. Saya rasa ini juga hal yang akan terjadi di tahun 2025,” ujarnya.

Dua tantangan ini; kenaikan upah dan penerapan PPN 12 persen, akan menjadi isu krusial yang harus dihadapi oleh sektor bisnis pada tahun 2025 mendatang.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya