Berita

Rapat kerja Menag dengan Komisi VIII DPR RI membahas pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 H/2025/RMOL

Politik

Menag Ngeluh Sulit Dapat Tambahan Kuota Haji 2025

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 13:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengaku kesulitan mendapatkan kuota tambahan petugas haji untuk tahun 2025/1446 H.

Nasaruddin Umar mengatakan, Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan kuota haji 1446 H/2025 untuk Indonesia sebanyak 221 ribu jemaah.

Kemudian, kuota petugas haji Indonesia untuk musim haji 2025 adalah 2.267. Angka tersebut berkurang dari tahun sebelumnya yang sebanyak 4.421 orang dengan kuota jemaah 241.000 pada 2024.


"Karena itu kami terus berupaya agar mendapatkan kuota petugas sebagaimana tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya itu 4.200 tapi ada tambahan 500 menjadi 4.700 orang di tahun 2024," kata Menag Nasaruddin Umar dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Senin, 30 Desember 2024.

Tak hanya kuota petugas, Menag juga menuturkan bahwa pemerintah kesulitan meminta penambahan kuota haji kepada pemerintah Arab Saudi.

"Saya sampaikan pada menteri haji (Arab Saudi) waktu itu kami agak kesulitan dan sangat bermohon kepada menteri haji supaya tambahan kuota itu minimum seperti tahun lalu," ujarnya.

"Pertimbangan kami jamaah haji kami terlalu lama menunggu 48 tahun jadi rata-rata jemaah haji kami pada waktu itu sudah tua dan.memerlukan pendampingan dan yang paling tepat dan efektif mereka adalah tentu pendampingan dari Indonesia," paparnya.

Kemudian, ujar Menag, pihak Pemerintah Arab Saudi hanya mengangguk ketika diberikan penjelasan dari Menag Nasaruddin.

"Dia sendiri ngangguk-ngangguk aja menterinya pada waktu itu. Tetapi negosiasi baru bisa kita lakukan kalau sudah dilunasi semua biaya yang diperlukan," terangnya.

Ia menambahkan, hingga kini belum mengajukan lagi penambahan kuota haji untuk 2025.

"Sampai hari ini kami belum mengusulkan usulan tambahan berapa kuota petugas haji yang akan kita mohon. Akan tetapi, insyaAllah setelah selesai pembicaraan keuangan akan kita lakukan negosiasi," tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya