Berita

Bagian dari pesawat Jeju Air yang terbakar di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu, 29 Desember 2024/AFP

Dunia

Pesawat Jeju Air Mungkin Jatuh usai Ditabrak Burung

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 13:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pesawat Jeju Air yang membawa 181 penumpang jatuh dan terbakar di Bandara Internasional Muan pada Minggu, 29 Desember 2024.

Satu video memperlihatkan pesawat mendarat tanpa menggunakan roda atau roda pendaratan lainnya. Pesawat tergelincir di landasan pacu dan menabrak dinding sebelum terbakar.

Kecelakaan itu mengakibatkan hampir seluruhnya yakni 179 orang tewas dan hanya dua awak kapal yang berhasil selamat.


Penyelidikan telah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Tetapi menurut Kepala pemadam kebakaran Muan,  Lee Jeong-hyun, pesawat mungkin jatuh karena ditabrak burung dan cuaca buruk.

"Tabrakan dengan burung dan cuaca buruk mungkin telah menyebabkan kecelakaan, tetapi penyebab pastinya masih diselidiki," ungkapnya, seperti dimuat BBC.

Pesawat Jeju Air Boeing 737-800 itu terbang dari Bangkok, Thailand dan harusnya tiba di Muan sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Seorang pejabat transportasi Korea Selatan mengatakan pesawat itu telah berusaha mendarat tetapi terpaksa menundanya setelah kontrol lalu lintas udara memberikan peringatan tentang tentang risiko tabrakan dengan burung.

"Sekitar dua menit kemudian, pilot memanggil Mayday dan komando lalu lintas udara memberikan izin bagi pesawat untuk mendarat dari arah yang berlawanan," kata pejabat itu.

Seorang penumpang dalam penerbangan itu mengirim pesan kepada seorang kerabat, mengatakan bahwa seekor burung tersangkut di sayap dan pesawat itu tidak dapat mendarat, demikian dilaporkan media lokal.

Namun, para pejabat belum mengonfirmasi apakah pesawat itu benar-benar bertabrakan dengan burung.

Tabrakan dengan burung adalah tabrakan antara pesawat yang sedang terbang dan seekor burung.

Menurut data dari Otoritas Penerbangan Sipil Inggris, peristiwa ini sangat umum terjadi. Sebab di negara itu ada lebih dari 1.400 kasus tabrakan burung yang dilaporkan pada tahun 2022, hanya sekitar 100 di antaranya yang memengaruhi pesawat.

Tabrakan burung yang paling terkenal terjadi pada tahun 2009, ketika sebuah pesawat Airbus melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson, New York setelah bertabrakan dengan sekawanan angsa. Seluruh penumpang yakni 155 orang berhasil selamat.

Menurut profesor di CQUniversity Australia, Doug Drury, pesawat Boeing memiliki mesin turbofan, yang dapat rusak parah jika ditabrak burung.

Ia mengatakan bahwa pilot dilatih untuk sangat waspada pada dini hari atau saat matahari terbenam, saat burung paling aktif.

Namun, beberapa pakar penerbangan skeptis tentang apakah tabrakan burung dapat menyebabkan kecelakaan di Bandara Muan.

"Saya belum pernah melihat tabrakan burung yang mencegah roda pendaratan diperpanjang," ujar pakar keselamatan penerbangan Australia Geoffrey Dell.

Para pejabat telah mengumpulkan sampel air liur dari anggota keluarga yang berkumpul di Bandara Muan untuk membantu mengidentifikasi jenazah korban. Korban lainnya telah diidentifikasi melalui sidik jari mereka.

Sejauh ini pihak berwenang telah mengidentifikasi 141 jenazah.

"Lima orang yang meninggal adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun. Penumpang termuda adalah anak laki-laki berusia tiga tahun dan yang tertua berusia 78 tahun," kata pihak berwenang.

Jeju Air telah meminta maaf kepada keluarga korban, dan kepala eksekutifnya mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa maskapai tersebut tidak memiliki riwayat kecelakaan.

Diyakini bahwa kecelakaan hari Minggu tersebut merupakan satu-satunya kecelakaan fatal sejak maskapai tersebut diluncurkan pada tahun 2005.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya