Berita

Ilustrasi Judol/Linkedin

Bisnis

Filipina Mulai Tutup Fasilitas Operasi Judol, 24.000 Pekerja Asing Dipulangkan

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 11:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Filipina mulai menutup kasino online yang melayani pelanggan dari luar negeri, seiring dengan larangan yang akan diberlakukan pada akhir tahun ini.

Dikutip dari Nikke Asia, Senin 30 Desember 2024, Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., telah mengumumkan keputusan ini pada Juli 2024, setelah mendapat kritik bahwa industri perjudian offshore mendukung kegiatan kriminal.

Pada 17 Desember, pejabat dari Philippine Amusement and Gaming Corp. (PAGCOR) dan polisi menempelkan tanda "Tutup" di sebuah gedung di Island Cove, Provinsi Cavite, saat mengadakan konferensi pers.


Tempat ini merupakan salah satu pusat terbesar bagi operator perjudian offshore di Filipina. Dengan luas 33 hektar, gedung ini memiliki asrama karyawan, restoran, dan klinik kesehatan, serta pernah mempekerjakan sekitar 30.000 orang, menurut PAGCOR.

Industri perjudian offshore Filipina mulai beroperasi pada 2016, saat Presiden Rodrigo Duterte masih menjabat. Kasino online ini terutama melayani pelanggan dari Tiongkok, sehingga banyak pekerja asal Tiongkok datang ke Filipina.

Meski memberikan dampak positif bagi ekonomi dan pendapatan negara, industri ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait pencucian uang, perdagangan narkoba, dan perdagangan manusia. Beberapa anggota legislatif kemudian menyerukan larangan terhadap industri tersebut.

Keputusan Marcos untuk melarang kasino daring diumumkan pada Juli dalam pidato kebijakan, dan dilanjutkan dengan perintah presiden pada November untuk menghentikan semua operasi pada akhir tahun. Lisensi operasi dicabut pada 15 Desember.

Biro Imigrasi juga telah memberi tahu pekerja asing yang terdampak, yang kini beralih dari visa kerja ke visa kunjungan, untuk meninggalkan Filipina. Sekitar 24.000 pekerja asing telah meninggalkan negara itu, berdasarkan data yang diumumkan pada 18 Desember.

Keputusan ini juga berbau politik, sebagai langkah yang berbeda dari kebijakan Duterte yang lebih longgar terhadap perjudian offshore, terutama karena kepentingan dengan Tiongkok. 

Hubungan antara kubu Marcos dan Duterte semakin tegang menjelang pemilihan paruh waktu pada Mei 2025, dengan masalah kasino daring menjadi salah satu topiknya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya