Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/RMOL

Hukum

Prabowo Diminta Dukung Hasto Ungkap Elite Pelaku Korupsi

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 10:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi diuji dengan ancaman Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang bakal membongkar sejumlah kasus besar sejumlah elite politik.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah mengatakan, Presiden Prabowo seharusnya membuktikan komitmen memberantas korupsi dengan tidak melindungi nama-nama koruptor yang ada dalam genggaman tangan Hasto.

"Prabowo jika benar punya komitmen pemberantasan korupsi, seharusnya menguatkan Hasto dan memberikan dukungan. Jangan ada saling melindungi kriminal," kata Dedi Kurnia Syah kepada RMOL, Senin 30 Desember 2024.


Dengan begitu, kata Dedi, Indonesia akan sedikit terbebas dari pelaku Kriminal, terutama tindak pidana korupsi.

"Dengan demikian, publik akan mendapat manfaat sekurang-kurangnya kriminal kelas elite akan berjatuhan, ujungnya tentu publik yang selamat," kata Dedi.

Dedi berpendapat, Prabowo juga harus menentukan sikap tegasnya apakah berpihak pada publik atau koruptor.

"Pilihan Prabowo cuma dua, berpihak pada publik atau pada kartel politik seperti tuduhan Hasto," demikian Dedi.

Sebelumnya Jurubicara DPP PDIP, Guntur Romli, mengatakan, partainya akan merilis puluhan video yang mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah petinggi negara dalam kasus korupsi. 

Menurut Guntur, Hasto Kristiyanto selama ini menunjukkan kepatuhan terhadap hukum dan sikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum. 

Namun yang lebih menarik, lanjut Guntur, adalah serangkaian video yang telah dibuat oleh Hasto yang berisi pengungkapan tentang korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh penting.




Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya