Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Rektor Universitas Diponegoro Prof Suharnomo/Ist

Bisnis

Sinergi KKP dan Undip Diharapkan Mampu Wujudkan Program Prabowo

SABTU, 28 DESEMBER 2024 | 05:15 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pentingnya sinergi dengan perguruan tinggi dalam mengoptimalkan potensi sektor kelautan dan perikanan untuk mendukung tercapainya program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Perguruan tinggi dinilai memiliki kemampuan melakukan riset mendalam serta mengembangkan inovasi teknologi yang dapat digunakan untuk mendongkrak produktivitas sektor kelautan dan perikanan, serta menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Penelitian paling cepat itu di kampus. Kebetulan di Undip Jepara ini kampus perikanan. Ini lokasinya dekat dengan balai KKP di sini. Saya kira ini bisa sinergi dengan baik, sehingga kalau kaitannya dengan swasembada pangan khususnya dari sektor protein, saya yakin bisa,” ungkapnya di Kampus Perikanan Universitas Diponegoro (Undip) di Jepara, Jawa Tengah, Jumat, 27 Desember 2024.


Program kerja KKP untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi 8 persen, di antaranya merevitalisasi puluhan ribu tambak idle di Pantura Jawa untuk komoditas nila salin, melanjutkan pembangunan modeling lima komoditas unggulan ekspor, yakni udang, rumput laut, lobster, kepiting, dan nila salin. 

KKP juga akan membangun modeling dan merevitalisasi tambak garam yang ada di sejumlah wilayah pesisir Pulau Jawa. Pemerintah memutuskan tidak mengimpor garam konsumsi di tahun depan, dan akan menghentikan impor garam industri di tahun 2027, sehingga produktivitas di dalam negeri harus ditingkatkan.

Selain pengembangan riset dan teknologi untuk peningkatan produksi produk kelautan dan perikanan, sambung Menteri Trenggono, hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah kondisi pesisir Pantura yang mengalami penumpukan sedimentasi dan banjir rob.

“Mengenai persoalan sedimentasi, banjir rob pasti perlu jalan keluar terbaik, dan salah satunya harus bekerja sama dengan kampus. Teman-teman bisa ikut melakukan penelitian, solusi terbaik seperti apa sehingga yang namanya banjir tahunan yang sudah berlangsung puluhan tahun, ke depan bisa benar-benar berubah,” pungkasnya.

Sementara itu Rektor Universitas Diponegoro Prof Suharnomo mengakui pentingnya sektor kelautan dan perikanan untuk mendukung program ketahanan pangan dan penyediaan makan bergizi yang menjadi program prioritas pemerintah saat ini. 

Melalui Kampus Perikanan Undip Jepara, pihaknya menunjukkan keseriusan membangun sumber daya manusia unggul, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang tersebut. 

Selain mengoptimalkan fasilitas belajar di kampus, Undip juga menggandeng perusahaan perikanan bekerja sama di bidang riset serta praktik lapangan pengembangan usaha perikanan dari hulu sampai hilir. 

“Kita punya potensi yang luar biasa dimiliki bangsa ini, baik itu untuk ketahanan pangan itu sendiri, maupun penyediaan sumber makan bergizi. Kampus kami ada banyak penelitian-penelitian, kemudian kita punya prodi teknologi dan bisnis perikanan kelautan,” terang Prof Suharnomo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya