Berita

Gambar yang irilis oleh kantor pers kepresidenan Kirgizstan pada Jumat 27 Desember 2024 memperlihatkan kembang api meledak di belakang bendera negara selama upacara dimulainya proyek kereta api Tiongkok-Kirgizstan-Uzbekistan di pemukiman Tash-Kitchu/Net

Dunia

Kirgizstan Bangun Jalur Kereta Api Penghubung Tiongkok dan Uzbekistan

JUMAT, 27 DESEMBER 2024 | 18:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Proyek pembangunan jalur kereta Api yang menghubungkan Tiongkok-Kirgizstan-Uzbekistan diresmikan oleh Presiden Kirgizstan Sadyr Japarov pada hari Jumat, 27 Desember 2024. 

Beijing telah menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun jalur kereta api dan jalan raya yang melintasi Asia Tengah.

Mengenakan topi tradisional dari kain felt, Japarov tampak berbicara pada sebuah upacara yang ditayangkan langsung di televisi pemerintah Kirgizstan. 


Presiden Kirgizstan itu berterima kasih kepada mitra Tiongkok dan Uzbekistan atas bantuan mereka dalam melaksanakan proyek ini.

"Jalur kereta ini akan memastikan pasokan barang dari Tiongkok ke Kirgistan dan kemudian ke Asia Tengah dan negara-negara tetangga termasuk Turki dan bahkan ke Uni Eropa," kata Japarov, seperti dimuat The Peninsula. 

Upacara tersebut meliputi peluncuran suar dengan warna nasional ketiga negara di pegunungan bersalju di wilayah Jalal-Abad di selatan negara Asia Tengah tersebut.

Jalur kereta api yang penting secara strategis ini akan membentang hampir 523 kilometer, ke arah barat dari kota Kashgar di Tiongkok di wilayah Xinjiang barat laut melalui kota perbatasan Jalal-Abad di Kirgizstan hingga Andijan di Uzbekistan.

Bagian di Tiongkok akan sepanjang sekitar 155 kilometer sementara bagian di Kirgistan akan menjadi yang terpanjang dengan panjang 305 km dan bagian di Uzbekistan akan sepanjang 63 km.

Proyek yang akan menelan biaya hingga 8 miliar dolar AS, meliputi pembangunan jalur kereta api di daerah pegunungan dan di daerah permafrost, tempat tanah tidak pernah mencair sepenuhnya.

Pihak perkeretaapian Kirgizstan mengatakan pembangunannya bisa memakan waktu sekitar enam tahun.

Tiongkok sedang membangun hubungan dengan Asia Tengah, kawasan yang kaya akan hidrokarbon dan mata rantai penting dalam proyek infrastruktur Sabuk dan Jalan yang sangat besar yang bertujuan untuk memperluas pengaruhnya di luar negeri.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya