Berita

Ilustrasi Kapal TNI AL/Istimewa

Politik

Pemerintah Didorong Tambah Alutsista Kapal AL untuk Pertahanan Negara

JUMAT, 27 DESEMBER 2024 | 13:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah diminta untuk menambah alat utama sistem senjata (alutsista) di TNI Angkatan Laut (AL) untuk memperkuat pertahanan negara di wilayah maritim.

Permintaan itu datang dari mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda (Purn) TNI Soleman B. Ponto menanggapi kebutuhan TNI AL saat ini.

Menurutnya, armada yang dimiliki TNI AL saat ini sangat sedikit. Sehingga perlu ditambah untuk menjaga kedaulatan negara di wilayah maritim. Selain itu, SDM dan pangkalan untuk TNI AL juga perlu ditambah.


“Masih kurang jauh lah, armadanya ada tiga. Belum pangkalannya. Jadi kalau kapal itu nanti akan termasuk, pangkalan, pangkalan, personel, jadi satu itu,” kata Soleman B Ponto kepada RMOL, Jumat, 27 Desember 2024.

Menurutnya, kebutuhan armada kapal untuk TNI AL merupakan poin yang harus dipenuhi pemerintah untuk menjaga pertahanan negara di tengah situasi global saat ini yang tak menentu.

“Kalau Angkatan Laut pasti peralatan, kapal sudah pasti itu. Karena yang namanya alat utama ya kapal kenyataannya. Sudah pasti itu kalau AL. Untuk pertahanan negara lah,” ucapnya.

“Saya kira itu yang paling utama sekarang. Alutsista,” demikian Soleman B Ponto.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya