Berita

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin/RMOL

Politik

Wacana Penyelenggara Pemilu Jadi Badan Ad Hoc Harus Dibuktikan

SABTU, 21 DESEMBER 2024 | 04:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin angkat bicara soal wacana perubahan status KPU dari lembaga tetap menjadi adhoc atau sementara.

Afif mengatakan, perubahan status KPU menjadi adhoc tidak bisa hanya sekadar jadi wacana saja, tetapi harus dibuktikan bisa dilakukan.

Hanya saja, dia menegaskan perubahan status KPU hanya bisa dilakukan dengan cara mengubah UU tentang Pemilihan Umum (Pemilu).


"Itu kan wacana yang muncul pasca pelaksanaan pemilu dan pilkada, mari kita sama-sama memposisikan diskursus ini untuk kemudian kita pilih yang terbaik, dan harus dorong masuk dalam aturan perundang-undangan," kata Afif.

Yang jelas, kata mantan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) itu, KPU sebagai penyelenggara pemilu akan mengikuti apa yang diperintahkan UU.

"Dari sisi kami, sebagai penyelenggara kan pada saatnya akan melaksanakan apa yang ada dalam undang-undang, dalam aturan," ujarnya.

Kendati begitu, dia memandang kinerja KPU yang sudah dilakukan patutnya menjadi acuan dalam memutuskan status kelembagaannya diubah adhoc atau bersifat tetap.

"Jadi hal-hal baik, engineering rekayasa pemilu yang ideal itu jangan sampai menguap di diskursus saja, tetapi bagaimana yang terbaik berdasarkan keajian, kemudian masuk dalam rencana perubahan undang-undang," ucapnya.

"Sehingga ke depan kita bisa melakukan apa yang kita pikirkan lebih baik untuk pemilu kita. Untuk KPU siap melaksanakan aturan yang nanti menjadi domainnya," demikian Afif.



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya