Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Politik

Jokowi Butuh Panggung Politik Buat Lolos dari Jerat Hukum

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 15:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah dipecat dari PDIP, banyak pihak yang menyarankan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk partai politiknya sendiri.

Menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, langkah ini paling mungkin dilakukan Jokowi sebagai strategi jangka panjang. 

Sebab jika Jokowi bergabung dengan partai yang sudah mapan, langkahnya akan terhambat karena partai besar sudah memiliki struktur kuat dan pemiliknya masing-masing.


"Bermain dalam pusaran politik nasional adalah sesuatu yang penting bagi Jokowi, paling tidak untuk mem-backup kepentingan politik keluarganya," kata Andi kepada RMOL, Kamis 19 Desember 2024.

Analis politik Universitas Nasional itu melanjutkan, pemecatan oleh PDIP bisa menjadi pintu masuk menjerat Jokowi dari pelanggaran hukum yang dilakukannya.

Jokowi dianggap melanggar konstitusi karena memanfaatkan jabatannya demi meloloskan putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai peserta kontestasi Pilpres 2024.

"Dengan bermain politik, Jokowi mengamankan dirinya dari kasus hukum yang sewaktu-waktu mengarah kepadanya," tandas Andi Yusran.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya