Berita

Momen Joko Widodo mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Demokrat Kecil Kemungkinan Tampung Jokowi

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 10:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi bergabung dengan Partai Demokrat usai dipecat dari PDIP dikomentari mantan Jurubicara Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal.

Meskipun bukan kader Partai Demokrat, Dino yang merupakan political science menilai kemungkinan tersebut sangat kecil, hanya 0,01 persen.

Dino membeberkan, setidaknya ada tiga alasan utama yang membuat Demokrat kemungkinan besar tidak akan menerima Jokowi. 


Pertama, tindakan Jokowi yang dianggap cuek atau membiarkan upaya pengambilalihan Partai Demokrat beberapa waktu lalu oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) saat itu, Moeldoko.

Moeldoko berupaya membegal atau mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jokowi dinilai bersikap pasif terhadap tindakan tersebut.

"Trauma dari upaya Istana yang dengan kasar coba menggulingkan Ketum Demokrat tahun 2021 masih membekas dalam," kata Dino lewat akun X miliknya, Kamis 19 Desember 2024.

Kedua, Dino menyebutkan bahwa Demokrat akan mempertimbangkan loyalitas Jokowi. Jika Jokowi tega "menyakiti" PDIP, partai yang telah membesarkannya sejak menjadi Wali Kota Solo hingga Presiden, Demokrat akan lebih khawatir menghadapi potensi serupa.

"Kalau Jokowi bisa tega menyakiti PDIP, apalagi terhadap parpol lain," tegasnya.

Ketiga, perbedaan etos politik antara SBY dan Jokowi juga menjadi faktor krusial. Walaupun keduanya pernah berada dalam satu koalisi, Dino menilai gaya politik SBY sangat berbeda dari Jokowi, sehingga tidak memungkinkan adanya keselarasan dalam visi dan misi.

"Walaupun satu koalisi, etos politik SBY sangat beda dari Jokowi," pungkas Dino.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya