Berita

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese/Net

Dunia

Lima Napi 'Bali Nine' Dipulangkan, PM Australia Ucapkan Terimakasih ke Prabowo

SENIN, 16 DESEMBER 2024 | 12:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Atas kesepakatan yang dicapai pemerintah Indonesia, lima narapidana gembong narkoba "Bali Nine" dipulangkan ke negara asalnya, Australia pada Minggu, 15 Desember 2024. 

Para napi yakni Matthew Norman, Scott Rush, Martin Stephens, Si Yi Chen, dan Michael Czugaj telah dipenjara selama 19 tahun di Indonesia karena terlibat dalam jaringan perdagangan obat terlarang, heroin. 

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese mengonfirmasi kepulangan lima warganya dalam sebuah video yang dirilis di akun Instagram pribadinya. 


Ia juga berterima kasih kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto atas pembebasan mereka.

“Australia menghormati kedaulatan dan proses hukum Indonesia dan kami menghargai pertimbangan penuh belas kasih Indonesia atas masalah ini," kata Albanese.

Keesokannya, PM Australia menjelaskan bahwa tidak ada pertukaran tahanan timbal balik atau imbalan diplomatik lainnya yang dijamin untuk pembebasan para napi, murni kesepakatan dengan pemerintah RI yang baru. 

"Langkah itu semata-mata merupakan tindakan belas kasih oleh Presiden Prabowo," ujar Albanese dalam jumpa pers, seperti dimua ABC News hari Senin, 16 Desember 2024. 

Ada ketidakpastian tentang apakah mereka berpotensi menjalani hukuman seumur hidup di penjara Australia. 

Namun, Albanese mengonfirmasi bahwa orang-orang itu kembali ke Australia sebagai warga negara bebas.

Kelima orang itu termasuk dalam kelompok sembilan penyelundup Australia yang ditangkap di Bali, tahun 2005 saat mereka mencoba menyelundupkan 8,3 kilogram heroin yang diikatkan di tubuh mereka ke Australia.

Dua pemimpin terpidana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dieksekusi oleh regu tembak pada tahun 2015, yang menyebabkan kemarahan diplomatik antara negara tetangga Indonesia dan Australia.

Salah satu penyelundup narkoba, Tan Duc Thanh Nguyen, meninggal karena kanker di penjara pada tahun 2018, sementara Renae Lawrence, satu-satunya wanita dalam kelompok itu, dibebaskan dan dikembalikan ke Australia pada tahun yang sama.
 
Menteri Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan lima napi terbang dengan maskapai penerbangan Australia Jetstar pada hari Minggu, 16 Desember 2024 dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali ke kota Darwin di Australia utara, tanpa kehadiran media.

Dikatakan Yusril, pemulangan dilakukan setelah ia dan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menandatangani “Pengaturan Praktis” pada 12 Desember dalam pertemuan virtual untuk memulangkan lima orang tersebut.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya