Berita

Konferensi pers DPP PDIP terkait aksi represif oknum Polisi di penghitungan suara Pilkada di Kabupaten Pania, Papua Tengah, Jumat 13 Desember 2024/RMOL

Politik

Ini Kronologi Lengkap Aksi Represif Oknum Polisi Saat Rekapitulasi Suara di Paniai

SABTU, 14 DESEMBER 2024 | 01:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP mengungkapkan adanya tindakan represif oleh oknum aparat dalam proses rekapitulasi suara Pilkada 2024 di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Rabu, 11 Desember 2024. 

Ketua DPP PDIP, Ronny Talapessy menjelaskan, proses rekapitulasi suara untuk Pilkada Kabupaten Paniai dan Papua Tengah 2024 yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIT pada awalnya berjalan lancar. 

Rekapitulasi ini melibatkan lima komisioner KPUD dan Bawaslu Kabupaten Paniai, serta saksi dari masing-masing pasangan calon (paslon) yang berkontestasi.


“Pembacaan hasil suara lapangan dari tingkat Distrik dimulai dari Distrik Topiyai hingga pada Distrik Aweida berjalan lancar,” kata Ronny dalam konferensi pers yang digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 13 Desember 2024. 

Namun, situasi mulai memanas ketika proses penghitungan suara dari Distrik Wegemuka berlangsung sekitar pukul 10.30 WIT. Keributan pun tak terhindarkan.

Ronny menyebutkan, keributan tersebut dipicu oleh saksi dari dua calon Gubernur Papua Tengah, Natalis Tabuni dan Willem Wandik, serta saksi dari calon Bupati Paniai Oktopianus Gobai, Roby Kayeme, dan Nason Uti. Para saksi yang keberatan dengan hasil rekapitulasi tersebut melakukan aksi anarkis dengan merusak kursi dan meja di ruang sidang pleno.

“Pada pukul 11.00 WIT saksi dari lima kandidat Calon Bupati atau Wakil Bupati Kabupaten Paniai, mulai memberikan tanggapan atas keberatan hingga terjadi keributan sampai dengan menghancurkan perlengkapan meja persidangan," tutur Ronny.

Upaya mediasi oleh KPUD Paniai untuk menenangkan situasi pada pukul 11.30 WIT tidak membuahkan hasil. Di tengah keributan yang terus berlanjut, aparat kepolisian tanpa diminta masuk ke ruang pleno. Termasuk Kapolres Paniai, Kompol Deddy A. Puhiri, beserta pasukan yang membawa senjata lengkap.

Pada pukul 12.20 WIT, Kompol Deddy memberikan instruksi agar rapat pleno dapat dilanjutkan dengan damai. Namun, keributan kembali terjadi, dan saksi dari para kandidat kembali ngotot agar rekapitulasi ditunda.

Puncaknya, sekitar pukul 13.40 WIT, aparat kepolisian kembali memasuki ruang pleno tanpa diminta. Dalam kejadian tersebut, Kabagops Polres Paniai, AKP Hendry Joedo Manurung, terekam mengancam lima komisioner KPUD yang sedang bertugas.

“Luruskan yang bermasalah yang tidak bermasalah lanjut, ternyata kalian bolak-balik,” kata Ronny mengulang ucapan Hendry saat menekan komisioner KPUD untuk menghentikan penghitungan suara yang dianggap bermasalah oleh saksi.

Hal tersebut membuat komisioner KPUD Paniai terpaksa menghentikan proses rekapitulasi suara hingga waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu jadwal kelanjutan pleno perhitungan suara tingkat distrik.

Pihak DPP PDIP menilai tindakan aparat kepolisian tersebut sebagai bentuk represif yang mengganggu jalannya proses demokrasi di Papua Tengah. Hingga saat ini, proses rekapitulasi suara di Kabupaten Paniai masih terhenti, menunggu kelanjutan yang belum ditentukan.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya