Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Hysata Australia Kerja Sama dengan Raksasa Baja Korsel Kembangkan Teknologi Hidrogen Hijau

JUMAT, 13 DESEMBER 2024 | 13:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengembang elektroliser Australia Hysata mengumumkan kerja sama dengan raksasa baja Korea Selatan Posco untuk memajukan teknologi produksi hidrogen dan mempercepat produksi komersial.

Pengumuman disampaikan Hysata, perusahaan spin-out dari Universitas Wollongong, pada Jumat 13 Desember 2024. Mereka mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani perjanjian pengembangan bersama dengan Posco Holdings dan Posco Eco & Challenge. 

Posco merupakan salah satu investor dalam 172 juta Dolar Australia (Rp1,75 triliun) yang dikumpulkan Hysata tahun ini.


CEO Hysata, Paul Barrett mengatakan bahwa kolaborasi tersebut akan memanfaatkan keahlian material, pengembangan sistem, teknik, dan konstruksi Posco saat Hysata bergerak untuk meningkatkan operasinya.

"Yang dihadirkan Posco adalah kekuatan rekayasa yang luar biasa. Mereka adalah organisasi besar, dan saat mereka membantu Anda memecahkan masalah, mereka memiliki banyak sumber daya untuk melakukannya," kata Barrett, seperti dimuat Nikkei Asia.

Elektroliser adalah perangkat yang menggunakan proses elektrolisis air dan listrik untuk memisahkan air menjadi gas hidrogen dan oksigen. Hysata, yang pendukungnya termasuk raksasa minyak dan gas Inggris BP dan pengembang tenaga angin Denmark Vestas, mengatakan teknologinya 20 persen lebih efisien daripada elektroliser konvensional dan akan membantu menekan biaya untuk proyek hidrogen hijau.

Hidrogen hijau menggunakan energi terbarukan untuk menggerakkan proses elektrolisis, tetapi pendekatan ini menghadapi kendala besar. Beberapa pendukung telah menarik diri atau mengurangi proyek di Australia tahun ini, dengan alasan biaya listrik yang tinggi yang menurut mereka membuat usaha tersebut tidak ekonomis.

Kemunduran tersebut merupakan pukulan bagi Australia, yang telah menguraikan rencana ambisius seputar hidrogen hijau, bentuk energi yang lebih bersih daripada hidrogen "abu-abu", yang dibuat dengan bahan bakar fosil dan hidrogen "biru", yang juga menggunakan bahan bakar fosil tetapi bergantung pada penangkapan karbon.

Barrett mengatakan fundamental tetap "kuat" untuk industri di Australia, yang ingin memproduksi 15 juta ton hidrogen terbarukan per tahun pada tahun 2050.

Hidrogen hijau, tambahnya, sangat penting untuk mendekarbonisasi sektor-sektor keras seperti manufaktur bahan kimia, baja, transportasi berat, serta bahan bakar maritim dan penerbangan di mana energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin tidak praktis untuk digunakan.

"Pasti akan ada beberapa konsolidasi di industri (baru). Sejarah berulang dalam arti tertentu, baik itu dot-com pada awal internet hingga tenaga surya pada awalnya," katanya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya