Berita

Gubernur The Fed, Jerome Powell (Foto: reuters.com)

Bisnis

Powell Ditunggu, Dolar AS Masih Rp15.920

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 15:50 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KINERJA inflasi bulanan AS yang sesuai ekspektasi pasar ternyata tidak menjamin berakhirnya tekanan kesuraman dipasar valuta. Laporan yang dirilis otoritas AS menyebutkan, inflasi bulanan yang sebesar 0,3 persen dan secara tahunan mencapai kisaran 2,7 persen.

Ekspektasi pelaku pasar sebelumnya juga berada di kisaran yang sama. Pelaku pasar juga meyakini, kinerja inflasi tersebut sebagai sangat kondusif bagi Bank Sentral AS, The Fed untuk melanjutkan langkah penurunan suku bunga pada pertemuan para pimpinannya pekan depan. Serangkaian kabar bahkan mengklaim, lebih dari 90 persen pelaku pasar yang kini meyakini The Fed, di bawah komando Jerome Powell akan menurunkan suku bunga sebesar 0,25 persen, menyusul rilis data tersebut.

Namun tekanan jual yang mendera mata uang utama dunia terlihat tak jauh beranjak usai rilis data tersebut. Perhatian pelaku pasar kini bergeser pada rilis data indeks harga produsen yang diagendakan pada Kamis malam nanti waktu Indonesia Barat. Mandeknya gerak nilai tukar mata uang utama dunia di level terlemahnya kemudian menjadi bekal buruk bagi sesi perdagangan di Asia hari ini, Kamis 12 Desember 2024.


Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang Asia yang kembali terjebak di rentang moderat dengan kecenderungan melemah. Konsistennya mata uang Asia di rentang sempit, menjadikan nilai tukar Rupiah kesulitan merealisasikan potensi rebound teknikal usai merosot dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Catatan memperlihatkan, Rupiah yang terpantau sempat menginjak zona penguatan moderat di awal sesi pagi, namun dengan segera dan mudah beralih ke zona merah. Rupiah kemudian konsisten menyisir zona pelemahan moderat di sepanjang sesi perdagangan hari ini. Gerak Rupiah juga sempat berupaya kembali menjejak zona penguatan pada sesi sore, namun berbalik kembali di zona merah.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah masih bertengger di kisaran Rp15.920 per Dolar AS setelah melemah tipis 0,07 persen. Rupiah tercatat sempat menginjak titik terlemahnya di Rp15.949, namun kemudian mampu mengikis pelemahan hingga sesi sore. Tiadanya sentimen domestik yang tersedia, membuat Rupiah kesulitan untuk menyeberang ke zona penguatan.

Sementara tinjauan teknikal memperlihatkan, posisi Rupiah kali ini yang masih cukup dekat dengan level psikologisnya di kisaran Rp16.000. Dalam jangka pendek, investor kini berharap rilis data indeks harga produsen di AS mampu untuk setidaknya mencegah Rupiah menembus level psikologisnya tersebut.

Sementara pantauan terkini pada mata uang Asia menunjukkan, nilai tukar Peso Filipina dan Baht Thailand yang masih mencoba bertahan di zona penguatan tipis hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung. Namun kedua mata uang tersebut terkesan nasih terlalu rentan untuk berbalik ke zona pelemahan mengikuti irama yang mendera Asia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya