Berita

Kunjungan Kementerian Lingkungan Hidup ke Pabrik Aqua/Net

Bisnis

Menteri Hanif Dorong Upaya Penanggulangan Sampah Melalui Inisiatif Daur Ulang

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 13:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Indonesia memiliki target bahwa sampah harus terkelola sebesar 100 persen pada tahun 2025.

Target  itu terdiri dari 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen target penanganan sampah melalui peta jalan pengurangan sampah sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor P.75 Tahun 2019 yang menetapkan target pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen dibandingkan dengan jumlah timbulan sampah pada 2029. 

Pengurangan dapat dilakukan melalui daur ulang, penarikan, dan pemanfaatan kembali.


Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Merah Putih Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasinya bahwa Aqua berhasil mengurangi penggunaan biji plastik murni sebesar 148 ribu ton per tahun.

Dalam kunjungan kerja ke pabrik Aqua di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, Hanif juga menyampaikan apresiasina terhadap tiga komitmen utama Aqua, yakni komitmen terhadap karyawan, inisiatif pengurangan emisi karbon, serta pelestarian lingkungan. 

“Saya melihat bahwa galon guna ulang merupakan salah satu inovasi penanggulangan sampah plastik, karena melalui komitmen tersebut, AQUA berhasil mengurangi penggunaan biji plastik murni sebesar 148 ribu ton per tahun," kata Hanif, dalam pernyataan yang dikutip Kamis 12 Desember 2024. 

Ia kemudian mengajak Aqua untuk lebih meningkatkan kontribusi terhadap lingkungan, dengan menggunakan botol kemasan plastik yang dapat diguna ulang. 

"Ke depan, kami berharap Aqua juga dapat meningkatkan kandungan material daur ulangnya,” ujar Hanif.

Kunjungan ke Pabrik Aqua sebagai bagian dalam upaya penanggulangan sampah melalui inisiatif daur ulang. Kunjungan ini juga untuk mengamati secara langsung praktik industri yang telah memanfaatkan material daur ulang dengan bahan baku lokal dalam implementasi ekonomi sirkular. 

Agenda kunjungan pabrik dilanjutkan dengan diskusi bersama mitra pengumpulan sampah yang tergabung dalam program Inclusive Recycling Indonesia (IRI), serta kunjungan ke PT. Veolia Services Indonesia (Veolia Indonesia).

Veolia Indonesia merupakan salah satu pabrik daur ulang dan pemrosesan ulang botol PET (Polyethylene Terephthalate) terbesar di Indonesia, sekaligus mitra Aqua dalam penyediaan bahan baku rPET (Recycled Polyethylene Terephthalate).

Aqua Operation Director, Mathieu Lostie, menyatakan, AQUA memiliki komitmen jangka panjang dalam menangani sampah plastik di Indonesia. 

"Komitmen itu kami wujudkan melalui inisiatif #BijakBerplastik yang berfokus pada pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat, serta inovasi kemasan produk melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti dalam program Inclusive Recycling Indonesia (IRI) yang kami kembangkan bersama dengan Veolia Indonesia,” katanya.

Aqua berambisi untuk mengumpulkan sampah lebih banyak daripada yang digunakan saat proses produksi. 

“Di wilayah Jawa Timur, kami bekerja sama dengan mitra pengumpul yang berada di Bawah naungan program Inclusive Recycling Indonesia (IRI) untuk mengumpulkan botol-botol kemasan  lastik yang telah digunakan. Kemasan bekas pakai yang bernilai ekonomi tersebut nantinya akan diproses dan dijadikan material plastik daur ulang (rPET) oleh Veolia Indonesia," tambah Mathieu Lostie. 

Material rPET yang telah diproses dengan standar keamanan tinggi dan food grade inilah yang kemudian dijadikan  kemasan botol Aqua.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya