Berita

Kementerian Luar Negeri RI/RMOL

Dunia

Indonesia Sambut Baik Dua Resolusi PBB Tentang Masa Depan Gaza

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 13:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pengesahan resolusi Majelis Umum PBB yang menuntut gencatan senjata dengan segera di wilayah Gaza pada Rabu, 11 Desember 2024 disambut baik oleh Indonesia.

Dalam unggahan di platform X hari Kamis, 12 Desember 2024, Kementerian Luar Negeri RI menjelaskan bahwa resolusi tersebut diusung oleh Indonesia dalam Emergency Special Session (ESS)-10.

"Indonesia menyambut baik pengesahan resolusi Majelis Umum PBB mengenai "Situasi di Gaza” yang menuntut gencatan senjata segera, yang diusung oleh Indonesia dalam Emergency Special Session (ESS)-10 pada 11 Desember 2024," cuit Kemlu RI.


Selain itu, Indonesia juga menyambut pengadopsian resolusi kedua yakni dukungan PBB terhadap Badan Pengungsi PBB di Palestina (UNRWA) dan mengecam undang-undang baru Israel yang melarang operasi UNRWA di wilayahnya.

"Indonesia menyambut baik pengesahan resolusi Majelis Umum PBB mengenai "Situasi di Gaza” yang menuntut gencatan senjata segera, yang diusung oleh Indonesia dalam Emergency Special Session (ESS)-10 pada 11 Desember 2024," tulisnya.

Menurut Indonesia, kehadiran UNRWA dan penerapan gencatan senjata sangat diperlukan guna mengakhiri penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza.

"Gencatan senjata permanen sangat dibutuhkan di Gaza dan keinginan operasi UNRWA akan membantu mengurangi penderitaan warga Palestina," tegasnya.

Oleh karenanya, Indonesia mendesak komunitas internasional untuk terus mendesak Israel agar segera mengimplementasikan kedua resolusi tersebut guna memastikan gencatan senjata permanen, keberlanjutan bantuan kemanusiaan dan terbukanya jalan menuju solusi dua negara.

Sidang Majelis Umum PBB pada Rabu, 11 Desember 2024 berhasil mengesahkan dua resolusi dengan dukungan yang luas.

Resolusi terkait gencatan senjata di Gaza memperoleh 158 suara, sementara resolusi UNRWA memperoleh dukungan dari 159 negara.

Dukungan penuh ini mencerminkan kesadaran dan komitmen masyarakat internasional untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya