Berita

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Riyono/Parlementaria

Politik

Fraksi PKS Usul Program One Day One Fish

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 01:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Riyono mengusulkan gerakan program satu hari satu kali makan ikan (One Day One Fish/ODOF). 

Hal itu, menurutnya, sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional dan menurunkan angka stunting di Indonesia. 

“Program ini berfokus pada pengenalan ikan sebagai sumber protein utama dalam menu makanan bergizi. Konsumsi ikan per kapita di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 59 kg per tahun,” ujar Riyono dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 11 Desember 2024.  


Lanjut Riyono, angka ini jauh tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Jepang, yang mencatatkan angka konsumsi ikan hingga 100 kg per kapita per tahun. 

“Dengan total konsumsi ikan yang rendah, Indonesia berisiko menghadapi dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, salah satunya adalah tingginya angka stunting,” bebernya.
 
Masih kata dia, program ini sangat penting untuk diterapkan di wilayah Indonesia Timur yang dikenal sebagai lumbung ikan nasional. 

Ia menekankan bahwa ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat menurunkan angka stunting hingga 7 persen per tahun.apabila dikonsumsi secara teratur.
 
"Program yang saya usulkan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi ekonomi di wilayah pesisir, yang sebagian besar masyarakatnya menghadapi kemiskinan ekstrem. Terdapat 114 kabupaten dan kota yang masuk dalam kategori miskin ekstrem di wilayah pesisir, yang sebagian besar adalah penghasil ikan," ungkapnya. 

Dalam rangka mendukung program ini, Komisi IV DPR juga mengajak pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk turut terlibat dengan mengalokasikan anggaran melalui APBN dan APBD. Sosialisasi program "One Day One Fish" diharapkan juga dilakukan secara masif melalui media sosial, media lokal, dan berbagai platform lainnya untuk menjangkau masyarakat luas.
 
"Dengan adanya program ini, diharapkan konsumsi ikan dapat meningkat secara signifikan, mendukung program makan bergizi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir", pungkasnya.
 
Diketahui Ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan memiliki kandungan asam lemak, Omega 3, Omega 6 dan Omega 9 sangat relevan sebagai salah satu sumber gizi untuk mendukung program pencegahan dan penanganan stunting. Angka konsumsi ikan nasional berupa ikan utuh segar pada tahun 2021 mencapai 55 kilogram per kapita. Adapun target angka konsumsi ikan tahun 2024 sekitar 62,5 kilogram per kapita.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya