Berita

Warga Palestina saat sedang membawa jenazah yang tewas akibat serangan udara Israel dari Rumah Sakit Al-Aqsa di Gaza tengah?Net

Dunia

Israel Serang Jalur Distribusi Tepung, Lebih Dari 50 Orang Tewas di Gaza

Laporan: Chiesa Arin Selomita
SELASA, 10 DESEMBER 2024 | 13:14 WIB

Puluhan warga Palestina tewas saat mencari makan akibat serangan Israel di jalur Gaza pada Senin, 9 Desember 2024, waktu setempat.

Sehari sebelumnya, serangan yang sama juga diluncurkan oleh Israel dan mengakibatkan 50 orang tewas dan 84 lainnya terluka saat pasukan Israel melakukan pembantaian di tiga wilayah tersebut.

“Jabalia telah berubah menjadi kuburan," kata Hani Mahmoud, seorang reporter dari Gaza, menggambarkan kondisi mengenaskan di Kamp Pengungsi Jabalia, dikutip dari Aljazeera, Selasa 10 Desember 2024.


Jabalia yang telah dikepung selama 65 hari membuat ribuan warga Palestina kelaparan akibat minimnya akses makanan dan air. 

Diketahui jumlah korban tewas terus bertambah, hal ini terjadi di tiga wilayah secara berkala termasuk di Gaza utara. Tiga orang telah tewas pada Senin pagi saat sedang mencari makanan di dekat rumah mereka. 

Kemudian, di Rafah, Gaza selatan, 10 orang juga tewas pada Senin malam saat sedang mengantre untuk membeli tepung. Serta di Gaza tengah, serangan bom terhadap sebuah gedung di Kamp Pengungsi Bureij menewaskan sembilan anggota dalam satu keluarga.

Situasi Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara semakin tak terkendali. Kepala rumah sakit, Hussam Abu Safia, menyatakan bahwa lebih dari 100 pasien, termasuk anak-anak dan pasien ICU, terancam nyawanya akibat putusnya pasokan listrik, oksigen, dan air. 

“Kami memiliki 112 pasien yang terluka, termasuk enam di ICU dan 14 anak-anak,” kata Abu Safia.

Sementara itu, di Rumah Sakit Al-Aqsa, jenazah korban mulai menumpuk hingga kamar jenazah tidak dapat menampung mayat-mayat lainnya. Ditemani suasana duka yang juga menyelimuti keluarga korban yang datang untuk mengambil jenazah orang-orang tercinta mereka.

Diketahui, serangan Israel sejak awal perang telah menghancurkan Gaza secara fisik dan mental. Serangan yang tidak ada henti-hentinya membuat wilayah utara menjadi lokasi yang paling terpukul. 

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa total korban tewas sejak awal konflik telah mencapai 44.758 orang, yang jumlahnya didominasi oleh wanita dan anak-anak

Rumah sakit Gaza kini menjadi saksi bisu atas penderitaan yang terus berlangsung, sementara masyarakat internasional mendesak agar konflik segera dihentikan demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang tersisa.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

DPR: Penjualan Air Keras Tak Bisa Dilarang Total

Senin, 16 Maret 2026 | 12:16

DPP Arun Dukung Penutupan SPPG Nakal Sunat Anggaran

Senin, 16 Maret 2026 | 12:12

Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres Menurun Dibanding Tahun Lalu

Senin, 16 Maret 2026 | 12:10

Perang di Ruang Server

Senin, 16 Maret 2026 | 12:04

Komisi III DPR Keluarkan Rekomendasi Perlindungan untuk Aktivis Andrie Yunus

Senin, 16 Maret 2026 | 12:03

Pos Kesehatan Disiapkan di Titik Keberangkatan Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 | 12:02

DPR Siap Panggil Polisi Jika Penyelidikan Kasus Andrie Yunus Mandek

Senin, 16 Maret 2026 | 11:54

Emas Antam Turun Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 11:40

Guterres Akui DK PBB Tak Mampu Hentikan Konflik Global

Senin, 16 Maret 2026 | 11:25

KPK Sita Rp1 Miliar Saat Geledah Rumah Kadis PUPR dalam Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Senin, 16 Maret 2026 | 11:16

Selengkapnya