Berita

Ilustrasi tentara Rusia/Net

Dunia

Rusia Tarik Kapal dan Senjata dari Pangkalan Militer Suriah

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 17:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penggulingan Presiden Bashar Al-Assad oleh kelompok pemberontak, mendorong Rusia menarik sejumlah kapal dan senjatanya dari pangkalan militer di negara itu.

Menurut laporan intelijen Ukraina pada Senin, 9 Desember 2024, fregat Laksamana Grigorovich dan kapal kargo Inzhener Trubin Rusia telah berangkat dari Tartus dan saat ini menuju Laut Mediterania.

"Setelah kehilangan kendali atas Damaskus dalam menghadapi kelanjutan operasi ofensif pasukan oposisi di provinsi Latakia, Hama, dan Tartus, tentara Rusia menarik kapal perangnya dari pangkalan angkatan laut di Tartus," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat Kyiv Independent.


Selain itu, Rusia sedang memindahkan sisa-sisa senjata dan peralatan militer mereka dari lapangan udara mereka Khmeimim di Suriah menuju Moskow.

"Kemungkinan besar Rusia kehilangan pangkalan militer di Tartus dan Khmeimim, yang mengakhiri kekalahan Kremlin di Timur Tengah," kata laporan itu.

Pada Minggu, 8 Desember 2024, pemberontak Suriah mengumumkan bahwa mereka telah merebut ibu kota Suriah, Damaskus. Sementara Presiden Assad, dilaporkan telah melarikan diri.

Rusia mengklaim bahwa Assad memilih untuk mengundurkan diri sebagai presiden dan meninggalkan negara itu, serta mengeluarkan instruksi untuk menyerahkan kekuasaan secara damai.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya