Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Ekonomi Tumbuh Cepat setelah Jepang Revisi PDB Q3

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perekonomian Jepang tumbuh dengan laju yang lebih cepat pada periode Juli hingga September 2024.

Data revisi Kantor Kabinet yang dirilis Senin 9 Desember 2024 yang dimuat Nikkei menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Jepang naik 1,2 persen per tahun dalam tiga bulan hingga September, lebih tinggi dari perkiraan median ekonom dan estimasi awal pertumbuhan 0,9 persen.

Angka revisi tersebut diterjemahkan menjadi ekspansi kuartal ke kuartal sebesar 0,3 persen dalam istilah yang disesuaikan dengan harga, dibandingkan dengan pertumbuhan 0,2 persen yang dikeluarkan pada tanggal 15 November 2023.


Meskipun peningkatan permintaan domestik akan disambut baik oleh para pembuat kebijakan, Bank Jepang (BOJ) berpandangan bahwa ekonomi sedang pulih dapat mengalami hambatan akibat ketidakpastian atas tarif yang diusulkan oleh Presiden terpilih AS Donald Trump.

Beberapa ekonom memperkirakan BOJ masih dapat mengubah suku bunga paling cepat bulan ini, dengan mengacu pada preseden yang dilakukan pada bulan Maret dan Juli meskipun data konsumsi lemah.

Komponen belanja modal PDB, barometer kekuatan yang didorong oleh permintaan swasta, turun 0,1 persen pada kuartal ketiga, direvisi naik dari penurunan 0,2 persen pada estimasi awal. Para ekonom memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya